Breaking
Memuat breaking news...

NTT Berduka: 47 Orang Meninggal Usai Gempa Dini Hari Guncang Manggarai dan Sekitarnya

Redaksi
Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026 - 6.17 AM WIB
NTT Berduka: 47 Orang Meninggal Usai Gempa Dini Hari Guncang Manggarai dan Sekitarnya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang duka setelah gempa besar melanda kawasan itu pada dini hari Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 04.58 WIB. Hingga Sabtu petang, angka korban jiwa terus merangkak naik dan belum dipastikan sudah final.

Korban Terbanyak di Manggarai

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per pukul 18.48 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 47 orang. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 24 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang. Sisanya tersebar di Sikka (3 orang), serta Manggarai Barat, Ngada, dan Ende masing-masing 1 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa selain korban meninggal, tim di lapangan juga tengah mengevakuasi dan merawat korban luka-luka. Jumlah pasti korban luka belum disebutkan dalam keterangan resmi tersebut.

Karena data ini masih bersifat sementara dan proses pendataan di lapangan masih berjalan, angka-angka di atas berpotensi berubah dalam waktu dekat.

Ratusan Bangunan Rusak

Dampak gempa juga terasa pada infrastruktur. Data pukul 17.00 WIB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan. Fasilitas umum turut terdampak: 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, dan 6 kantor pemerintahan mengalami kerusakan, ditambah sejumlah fasilitas umum lain yang belum dirinci.

Getaran Terasa hingga NTB dan Sulawesi Selatan

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di NTT. Warga di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, juga merasakan getarannya.

Menurut Berton, situasi di Kota dan Kabupaten Bima secara umum masih kondusif. BPBD setempat kini fokus melakukan pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan. Sementara itu, di Kepulauan Selayar, BPBD mendirikan tiga pos pengungsian yang tersebar di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Bantuan Mulai Dikirim

BNPB bergerak cepat mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke lokasi bencana, salah satunya melalui gudang logistik di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Dari Jakarta, bantuan juga dikirim lewat baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan yang direncanakan mencapai 50 ribu paket dengan bobot keseluruhan 275 ton. Sejauh ini, baru 10.500 paket yang tiba di baseops — bagian dari Bantuan Presiden — sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.

Catatan redaksi: Data korban dan kerusakan dalam berita ini masih bersifat sementara per Sabtu, 15 Agustus 2026, dan berpotensi terus dimutakhirkan oleh BNPB seiring proses evakuasi dan pendataan di lapangan.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait