ABUJA — Pemerintah Nigeria mengonfirmasi kasus pertama penyakit virus Ebola (EVD) di ibu kota Abuja, Selasa (20/10). Pasien, seorang perempuan yang baru tiba dari Uganda, kini diisolasi dan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Wilayah Ibu Kota Federal.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nigeria Muhammad Ali Pate mengatakan pasien mulai menunjukkan gejala pada 7 Oktober, empat hari kemudian dirawat di rumah sakit, dan hasil laboratorium memastikan infeksi Ebola.
"Kami melakukan segala upaya untuk menahan kasus ini dengan melacak semua kontak yang mungkin pernah dimiliki orang tersebut," ujar Pate.
44 kontak dilacak
Otoritas kesehatan telah mengidentifikasi 44 orang yang berpotensi terpapar pasien, termasuk tenaga kesehatan, pasien lain, pendamping, dan kontak perjalanan. Pelacakan kini berjalan dengan melibatkan Kementerian Kesehatan Federal, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nigeria (NCDC), serta otoritas kesehatan ibu kota.
Pihak Uganda menyatakan perempuan itu hanya transit di Uganda setelah perjalanan bisnis ke Kongo timur, menegaskan Uganda tidak memiliki kasus aktif, dan tempat penularan masih diselidiki.
Wabah regional meluas
Kasus ini muncul di tengah wabah regional varian Bundibugyo. Wabah yang dinyatakan di Republik Demokratik Kongo pada Mei telah menjangkiti lebih dari 9.500 orang dan menewaskan lebih dari 4.600 jiwa, sementara Kenya sebelumnya mengonfirmasi sembilan kasus.
Direktur Jenderal Africa CDC Jean Kaseya menyebut situasi ini "ancaman yang sangat serius" dengan tingkat kematian mendekati 50 persen.
Bagi Nigeria, ini adalah kasus pertama sejak wabah 2014. Pemerintah telah membentuk satuan tugas Ebola sejak Juni dan meningkatkan pengawasan, isolasi, serta perlindungan tenaga kesehatan. NCDC membuka pusat panggilan bebas pulsa 6232 yang siaga 24 jam.
Sumber: France 24


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda