Suhu politik nasional terus menghangat setelah Mahkamah Konstitusi memutus gugatan soal syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah hiruk-pikuk itu, kanal YouTube Cumicumi menayangkan terawangan para ahli spiritual mengenai nasib orang nomor dua di Indonesia tersebut.

Putusan MK dan Gugatan Denny Indrayana

Babak persidangan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) soal syarat pendidikan Gibran yang diajukan Denny Indrayana bersama Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Partai Ummat, dan sejumlah purnawirawan TNI memang sudah berakhir. Mahkamah Konstitusi menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena persoalan kedudukan hukum pada sidang 6 Oktober 2026.

Dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SMA atau sederajat. Namun MK menegaskan temuan itu tidak menjadi dasar untuk mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai Wakil Presiden. Status Gibran sebagai calon wakil presiden telah berakhir sejak ia dilantik dan diambil sumpah pada 20 Oktober 2024.

Putusan itu ternyata bukan akhir. Denny Indrayana menggelar konferensi pers pada Jumat, 9 Oktober 2026, dan secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap. Pada 14 Oktober 2026, Denny bersama KIPP, Partai Ummat, dan Forum Purnawirawan Perwira TNI juga mengadukan anggota KPU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas dugaan pelanggaran etik dalam penyusunan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023, khususnya Pasal 18 ayat 3.

Terawangan soal Gibran dan Prabowo

Dalam video yang tayang di kanal Cumicumi, pembaca kartu tarot Veline Ratuayu coba menerawang sikap Presiden Prabowo yang dinilai bungkam atas desakan sejumlah pihak. Menurutnya, sikap diam tersebut bukan tanpa strategi, melainkan upaya meredam situasi sebelum mengambil keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan matang.

Ia juga menanggapi isu yang menyebut hubungan Prabowo dan Gibran tidak akur. Menurut terawangannya, hubungan keduanya sebenarnya baik-baik saja, dan isu kerenggangan lebih merupakan strategi yang diarahkan kepada keduanya.

Untuk tahun-tahun mendatang, Veline Ratuayu meramal bahwa 2026 dan 2027 bukan tahun yang tenang bagi politik Indonesia. Polemik diprediksi semakin carut-marut menjelang pemilihan 2029, di mana akan terlihat siapa yang memiliki tujuan baik dan siapa yang tidak.

Pesan Ahli Spiritual untuk Gibran

Ahli spiritual Nyai Dewi Rantian menyampaikan sejumlah pesan untuk Gibran. Pertama, tetap menjadi diri sendiri. Kedua, bila merasa bersalah, ia diminta mengakui dan meminta maaf. Ketiga, bila merasa tuduhan itu tidak benar, jangan lari — tunjukkan bahwa kita benar.

Menurutnya, cobaan yang datang kepada Gibran sangat besar, namun permasalahan akan terselesaikan satu per satu. Ia juga menyebut Gibran mengikuti gaya ayahnya, Joko Widodo, yang memilih menempuh jalur hukum untuk membuktikan kebenaran.

Sumber: Terjerat Polemik Hukum! Nasib Wapres Gibran Diterawang, Hasilnya Mengejutkan! | INDEPTH — YouTube - Cumicumi