Elon Musk membuka peluang penggabungan (merger) dua perusahaan raksasanya, SpaceX dan Tesla. Dalam konferensi telepon hasil keuangan kuartal III-2026 SpaceX, Selasa (20/10/2026), Musk menyebut merger kedua perusahaan tersebut merupakan “ide yang bagus”.

Musk mengungkapkan SpaceX dan Tesla telah membentuk komite khusus (special committee) beranggotakan direktur independen untuk mengkaji kemungkinan penggabungan. Komite-komite itu dibentuk atas permintaan pemegang saham.

“Saya pikir itu ide yang bagus, tetapi semuanya terserah komite khusus kedua perusahaan. Karena saya pihak yang punya konflik kepentingan, saya tidak bisa ikut dalam pembahasan,” kata Musk.

Meski begitu, ia menegaskan merger belum tentu terjadi. Menurutnya, anggapan bahwa merger SpaceX dan Tesla sudah pasti terwujud terlalu berlebihan. Komite khusus kedua perusahaan disebut belum mencapai kesepakatan apa pun mengenai syarat transaksi.

Alasan Musk: dari superkecerdasan hingga pusat data luar angkasa

Musk menilai ada manfaat besar dari penggabungan keduanya. Ia beralasan “kita sudah cukup berada dalam singularitas superkecerdasan”, dengan bidang kerja sama meliputi perangkat lunak kecerdasan artifisial, desain chip, Terafab, robotika, pengiriman massal ke orbit untuk jaringan satelit, hingga konektivitas.

Pengumuman itu langsung disambut pasar. Saham SpaceX melonjak sekitar 8 persen dalam perdagangan lanjutan, sementara saham Tesla naik sekitar 1,8 persen.

Pada saat yang sama SpaceX melaporkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik: pendapatan kuartal III mencapai US$14,6 miliar atau naik 161 persen dari tahun sebelumnya, dengan laba bersih US$4,4 miliar. Musk memperkirakan pendapatan tahunan berulang SpaceX bisa mencapai US$500 miliar hingga US$1 triliun pada akhir 2027, didorong lonjakan permintaan pusat data di luar angkasa di tengah ledakan kecerdasan artifisial.

Potensi merger US$3,5 triliun

Berdasarkan harga penutupan Selasa, nilai pasar SpaceX diperkirakan sekitar US$2 triliun, sedangkan Tesla hampir US$1,5 triliun. Jika terealisasi, penggabungan keduanya senilai sekitar US$3,5 triliun akan menjadi merger korporasi terbesar dalam sejarah.

Kesepakatan juga wajib mendapatkan restu pemegang saham: setidaknya 50 persen pemegang saham Tesla harus menyetujui merger agar bisa berjalan.

Spekulasi merger menguat setelah Barclays memperkirakan kesepakatan bisa diumumkan sebelum rapat tahunan Tesla pada Desember 2026.

“Masuk ke situasi ini, saya bilang peluangnya 90 persen sesuatu terjadi dalam dua tahun ke depan. Sekarang 95 persen. Jelas ada momentum di internal dan saya pikir pada akhirnya ini terjadi,” kata Gene Munster, Managing Partner Deepwater Asset Management, investor Tesla.

Sumber: DW News