Mubeng Beteng Malam 1 Suro di Yogyakarta: Peserta Diimbau Tidak Pakai Celana PendekMubeng Beteng Malam 1 Suro di Yogyakarta: Peserta Diimbau Tidak Pakai Celana Pendek

Qaplo.com (Yogyakarta) - Tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng dalam rangka menyambut malam 1 Suro atau tahun baru Jawa 1 Sura Be 1960 akan kembali digelar di kawasan Keraton Yogyakarta. Agenda spiritual yang dinanti masyarakat ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam hingga Rabu dini hari.
Berbeda dengan upacara resmi kerajaan, prosesi Mubeng Beteng kali ini merupakan Hajad Kawula Dalem. Artinya, acara ini diinisiasi langsung oleh masyarakat dan Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelestarian budaya keraton.
Aturan Berpakaian dan Larangan Celana Pendek
Ketua Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT. Kusumanegara, mengimbau seluruh masyarakat yang ingin bergabung untuk tetap menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekhidmatan jalannya ritual. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah mengenai tata krama berpakaian.
Para abdi dalem yang berpartisipasi diwajibkan mengenakan busana pranakan atau kebaya jangkep. Sementara itu, bagi masyarakat umum yang ingin melebur dalam barisan, diperbolehkan memakai pakaian bebas asalkan tetap rapi, sopan, dan menjaga kesopanan.
Pihak penyelenggara secara khusus meminta agar para peserta tidak mengenakan celana pendek selama mengikuti prosesi suci ini. Hal ini bertujuan untuk menghormati nilai-nilai tradisi dan menjaga kesakralan ritual yang sudah berlangsung turun-temurun.
Makna Spiritual dan Jadwal Prosesi Mubeng Beteng
Mubeng Beteng bukan sekadar aksi berjalan kaki mengitari benteng keraton. Tradisi ini merupakan simbol refleksi diri, keprihatinan, sekaligus penyatuan rasa untuk memohon keselamatan dan menyambut tahun baru dengan harapan yang lebih baik. Sepanjang perjalanan, peserta biasanya melakukan laku bisu atau berjalan dalam keheningan tanpa berbicara.
Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan kebudayaan ini juga mendapatkan dukungan penuh dan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian acara akan dimulai pada pukul 21.00 WIB dengan pembacaan macapat yang melantunkan kidung-kidung doa di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah itu, prosesi persiapan dan seremonial pemberangkatan peserta Lampah Budaya Mubeng Beteng akan dilangsungkan di lokasi yang sama pada pukul 23.50 WIB sebelum peserta mulai berjalan mengitari benteng.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda