Breaking
Memuat breaking news...

Momen Kemerdekaan ke-35, Sekutu Barat Perkuat Komitmen Bela Ukraina

Redaksi
Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026 - 7.04 AM WIB
Momen Kemerdekaan ke-35, Sekutu Barat Perkuat Komitmen Bela Ukraina
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Inggris dan Prancis Janjikan Dukungan Militer Lebih Besar untuk Ukraina di Hari Kemerdekaan Kyiv

Inggris dan Prancis berjanji memperkuat dukungan militer untuk Ukraina — termasuk membuka akses ke teknologi rahasia dan mempercepat pengiriman rudal pertahanan udara — dalam pertemuan negara-negara sekutu yang digelar bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Kyiv.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, yang menjadikan Kyiv sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada Juli lalu, mendesak forum "Coalition of the Willing" untuk melakukan segala upaya guna memperkuat pertahanan Ukraina dari serangan udara Rusia.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji ketangguhan rakyat Ukraina yang telah bertahan lebih dari empat tahun dalam perang.

Dukungan Internasional dan Sikap Zelensky

Di markas PBB New York, puluhan negara mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan kembali dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, sekaligus mendesak Rusia menerima gencatan senjata penuh dan tanpa syarat.

Zelensky menegaskan bahwa Ukraina sangat menginginkan perdamaian, namun tidak akan begitu saja menyerah. Ia menambahkan bahwa Rusia tidak akan menghentikan agresinya meski Ukraina memenuhi tuntutan penyerahan lebih banyak wilayah di sebelah timur negaranya.

Mengenakan kemeja bordir tradisional Ukraina, Zelensky berterima kasih kepada para pemimpin dunia yang datang langsung ke Kyiv untuk menunjukkan dukungan mereka di peringatan 35 tahun lepasnya Ukraina dari Uni Soviet.

Berdiri bersama Zelensky dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, Burnham menegaskan bahwa pemilihan Kyiv sebagai kunjungan luar negeri pertamanya menunjukkan betapa pentingnya ia memandang bantuan bagi pertahanan Ukraina. Ia menyatakan komitmen penuh mendampingi Ukraina dalam perjuangan ini, kendati negaranya menerima ancaman keras dari Rusia. Burnham juga menyerukan agar tekanan terhadap Rusia terus ditingkatkan, termasuk lewat sanksi ekonomi tambahan, guna membatasi kemampuan Moskow membiayai perangnya.

Akses Teknologi Rudal dan Reaksi Kremlin

Pada 24 Agustus, Inggris mengumumkan akan memberikan akses teknologi rahasia kepada Kyiv agar dapat memulai produksi sendiri rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow — senjata yang mampu menyerang jauh ke wilayah Rusia. Prancis sebelumnya telah menyetujui pemberian lisensi teknologi untuk rudal Eropa tersebut.

Menanggapi hal ini, Kremlin menyebut penggunaan teknologi rahasia Inggris tersebut akan "menambah bahan bakar" bagi hubungan yang sudah memburuk antara kedua negara — setelah pekan sebelumnya Moskow memperingatkan London akan ada "konsekuensi" atas pasokan drone ke Kyiv.

Kebutuhan Mendesak: Rudal Pencegat

Presiden Zelensky mengungkapkan Ukraina menghadapi kekurangan akut rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat — satu-satunya senjata dalam arsenal mereka yang mampu menjatuhkan rudal balistik Rusia yang kian gencar menyerang kota-kota Ukraina. Ia menyebut negaranya membutuhkan setidaknya 300 unit rudal pencegat untuk bertahan melewati musim dingin, dan meminta sekutu segera mengirimkan paket pertahanan udara sebelum Rusia kembali menyasar infrastruktur energi Ukraina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang turut memimpin pertemuan koalisi secara virtual, menyatakan rentetan serangan mematikan ke kota-kota Ukraina belakangan ini membuktikan sekutu perlu mempercepat pengiriman rudal pencegat, dan Prancis siap berkontribusi. Ia mendesak semua pihak untuk tidak mundur menghadapi intimidasi Rusia.

Kesenjangan Pendanaan dan Aset Rusia yang Dibekukan

Zelensky menyampaikan bahwa upaya perang Ukraina terhambat oleh kesenjangan pendanaan pertahanan senilai 27 miliar dolar AS untuk tahun 2026, dan meminta tambahan dukungan finansial dari sekutu. Ia mengusulkan agar aset luar negeri Rusia yang telah dibekukan dapat digunakan untuk menutup kekurangan tersebut.

Dalam pernyataan bersama di PBB, lebih dari 50 negara mendesak Rusia menerima gencatan senjata tanpa syarat, menyebut perang ini sebagai tragedi kemanusiaan yang sebenarnya bisa segera diakhiri jika Rusia bersedia menerima tawaran yang sudah disuarakan Ukraina dan komunitas internasional selama lebih dari satu setengah tahun terakhir.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, membalas dengan menuduh negara-negara Barat menjadikan Ukraina sebagai alat menekan Moskow, sembari berpura-pura menjadi pendukung perdamaian.

Demonstrasi Teknologi Drone dan Perkembangan di Medan Perang

Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 24 Februari 2022, ratusan ribu orang tewas dan sebagian besar wilayah Ukraina hancur. Upaya perundingan damai yang dipimpin Amerika Serikat pada awal 2026 gagal setelah Ukraina menolak tuntutan Rusia untuk menyerahkan lebih banyak wilayah.

Pertempuran masih berlangsung di sepanjang garis depan sejauh 1.200 kilometer, meski Ukraina berhasil menahan laju maju pasukan Rusia secara keseluruhan sepanjang 2026.

Di langit Kyiv, skuadron drone udara memperagakan kemampuan teknologi militer Ukraina yang selama ini membantu menahan pergerakan pasukan Rusia. Drone laut juga meluncur di Sungai Dnipro, sementara kendaraan darat tanpa awak — sebagian dilengkapi senapan mesin berat — melintas dalam formasi di salah satu jalan bersejarah utama kota tersebut.

Ukraina juga meningkatkan serangan jarak jauh ke kilang minyak dan infrastruktur logistik Rusia untuk melemahkan upaya perang Moskow. Pada 24 Agustus, serangan drone Ukraina menghantam empat pusat logistik milik Ozon, peritel daring terbesar kedua di Rusia, di wilayah selatan negara itu.

Penghormatan bagi Prajurit Gugur dan Pembebasan Tawanan

Dalam momen haru, Zelensky menganugerahkan penghargaan negara kepada prajurit yang gugur, yang diserahkan langsung kepada ibu dan keluarga mereka. Ia juga mengumumkan pemulangan 10 tentara Ukraina yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam pertempuran, sebagai bagian dari pertukaran tawanan khusus dengan Rusia. Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak akan melupakan siapa pun yang masih ditahan, dan berjanji melakukan segala cara untuk memulangkan mereka.

Sumber: Reuters

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait