BANDUNG – Merek fesyen muslim asal Bandung, Zayya, mencatatkan penjualan sebesar Rp1,14 juta dari pasar Malaysia hanya dengan biaya iklan Rp150.000 selama lima hari.

Nilai penjualan tersebut setara 7,6 kali lipat dari modal iklan yang dikeluarkan. Capaian ini diraih berkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan solusi bisnis digital Meta.

Zayya merupakan salah satu UMKM yang mengikuti program pendampingan bertajuk Gapai Pasar Global dengan AI yang digelar Meta Indonesia bersama Kementerian Perdagangan dan UKMIndonesia.id. Program tersebut resmi ditutup dalam ajang Trade Expo Indonesia 2026 setelah menjangkau 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta.

Dilatih Cari Pembeli Lewat AI

Melalui program ini, para peserta mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung memanfaatkan AI serta solusi bisnis digital untuk menemukan calon pembeli dan memperluas jangkauan pasar ke luar negeri.

Zayya memanfaatkan fitur Advantage+ untuk menemukan audiens yang tepat, serta Meta Business Agent untuk melayani calon pelanggan dengan bahasa Melayu.

"Ketika teknologi ini dipadukan dengan solusi bisnis yang tepat, bahkan investasi yang relatif kecil dapat membuka akses ke pelanggan baru di pasar global," kata Sarim Aziz, Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, Selasa (20/10/2026).

Sarim menambahkan, pemanfaatan AI membantu UMKM bekerja lebih efisien, memahami pasar, dan mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat.

UMKM Batam dan Jakarta Juga Kebanjiran Pesanan

Selain Zayya, UMKM asal Batam, Obudjamoe, juga mencatatkan transaksi dari pasar Malaysia lewat program yang sama. Bisnis jamu ini memperoleh pesanan pertamanya dari pembeli Malaysia berupa 60 pouch jahe instan senilai sekitar Rp3 juta.

Pesanan itu didapat setelah Obudjamoe mengeluarkan biaya iklan Rp135.000 selama tujuh hari. Transaksi tersebut turut mengangkat penjualan usaha sekitar 50 persen dibandingkan biasanya.

Sementara itu, Ayubifood, bisnis makanan ringan pasta artisanal asal Jakarta, memanfaatkan Advantage+ dan Meta Business Agent untuk menjangkau distributor produk halal di Malaysia. Penggunaan AI membantu Ayubifood menekan biaya per percakapan hingga 85 persen, sekaligus memangkas waktu respons ke calon pelanggan dari sebelumnya 2–3 jam menjadi kurang dari lima menit.

Sejumlah pengalaman tersebut menunjukkan, pemanfaatan teknologi digital bisa membantu UMKM menjangkau pembeli di pasar internasional tanpa harus memiliki jaringan bisnis yang luas di negara tujuan.

Sumber: Kompas.com