Microsoft meyakinkan pengguna bahwa Windows 11 kini makin kencang, stabil, dan minim masalah berkat serangkaian pembaruan selama setahun terakhir. Klaim itu disampaikan perusahaan perangkat lunak raksasa tersebut melalui blog resmi Windows Experience.

Microsoft mengklaim performa sistem operasi andalannya kini terasa hingga 20 persen lebih responsif dibanding versi terdahulu. Angka itu diambil dari pengujian waktu respons saat membuka menu Start, File Explorer, kolom pencarian, klik kanan, Settings, dan Snipping Tool pada build 26300.9550 ketimbang build 26200.7628.

Kuncinya: Manajemen RAM Dirombak

Kunci peningkatan performa ada pada perombakan cara Windows 11 mengatur pemakaian memori. Kini sistem bisa menyimpan hingga 2 GB lebih banyak data aktif di dalam RAM, tanpa langsung memindahkannya ke penyimpanan internal yang lebih lambat.

Optimalisasi ini diklaim paling terasa bagi pengguna laptop dengan RAM pas-pasan, yakni 8 GB. Pada perangkat ber-RAM 8 GB atau lebih kecil, panel Widgets kini hanya terbuka saat diklik pengguna. Perubahan cara kerja Widgets di latar belakang itu mampu menghemat ruang RAM lebih dari 200 MB untuk dipakai aplikasi lain yang sedang berjalan.

Efisiensi memori ini menjadi angin segar di tengah mahalnya harga komponen RAM global yang diborong untuk kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Driver dan Windows Update Ikut Dibenahi

Selain kecepatan, masalah teknis yang kerap dikeluhkan pengguna juga ikut dibereskan. Microsoft menggandeng para produsen perangkat keras lewat program Driver Quality Initiative untuk menekan masalah perangkat yang tidak stabil akibat driver bermasalah.

Urusan Windows Update juga dirapikan agar waktu instalasinya lebih singkat dan tidak sering memaksa komputer melakukan restart di tengah pemakaian.

Microsoft menjadikan peningkatan performa dan fitur baru Windows 11 ini sebagai modal utama untuk merayu konsumen beralih ke PC atau laptop baru menjelang musim belanja akhir tahun di Amerika Serikat pada November hingga Desember 2026.

"PC baru adalah pembelian yang berarti, dan nilainya harus terlihat lebih dari sekadar lembar spesifikasi. Alasan untuk upgrade perangkat bukan hanya satu fitur, melainkan bagaimana semua pengalaman ini bekerja bersama agar hari Anda terasa lebih mudah," tulis Corporate Vice President of Windows Experiences Microsoft, Navjot Virk.

Sumber: Windows 11 Dirombak, Laptop RAM 8 GB Diklaim Tak Lelet Lagi — Kompas.com