Raksasa media sosial Meta akan mengumumkan laporan keuangan kuartal ketiga pada Rabu, dan seluruh perhatian investor tertuju pada satu hal: apakah investasi raksasa di bidang kecerdasan buatan (AI) mampu menjaga laju pertumbuhan perusahaan.
Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu telah meluncurkan berbagai produk dan layanan AI yang menyasar kalangan bisnis. Langkah ini dipandang sebagai upaya menciptakan sumber pendapatan baru di luar iklan, sekaligus memperketat persaingan dengan OpenAI dan Anthropic dalam perlombaan AI.
Asisten Meta AI Dapat Sambutan Positif
Respon positif terhadap asisten pribadi Meta AI, yang menawarkan paket berlangganan, serta model AI terbaru perusahaan dinilai telah mendongkrak kepercayaan investor terhadap strategi AI Meta. Perusahaan diketahui telah berkomitmen menggelontorkan dana ratusan miliar dolar AS untuk memperluas infrastruktur AI-nya.
"Peluncuran AI terbaru telah memperkuat keyakinan terhadap eksekusi AI perusahaan," tulis analis BofA Global Research, yang juga mencatat permintaan iklan di kuartal ini tetap sehat.
Belanja Modal Diproyeksikan Lebih dari Dua Kali Lipat
Para analis memperkirakan belanja modal Meta lebih dari dua kali lipat menjadi 41,68 miliar dolar AS pada kuartal September, menurut data Visible Alpha. Kenaikan belanja ini sebelumnya sempat menekan arus kas bebas perusahaan pada kuartal kedua, dan analis memprediksi Meta akan mencatat arus kas negatif sebesar 8,52 miliar dolar AS pada kuartal ketiga.
Meski belanjanya membengkak, analis Morgan Stanley justru menaikkan proyeksi laba Meta untuk 2027 dan 2028. Mereka menilai pertumbuhan iklan yang lebih kuat serta potensi produk AI baru sebagai pendongkrak pendapatan tambahan.
Wall Street memproyeksikan laba bersih Meta turun sekitar 17 persen menjadi 15,44 miliar dolar AS, menurut data LSEG.
Dari sisi pendapatan, Meta diperkirakan mencatat pertumbuhan 23,8 persen menjadi 63,42 miliar dolar AS, melambat dari sekitar 28 persen pada kuartal sebelumnya di tengah ketatnya persaingan dengan Google dan TikTok. Saham perusahaan naik sekitar 7 persen tahun ini, tertinggal dari indeks acuan S&P 500 yang menguat sekitar 12 persen.
Sumber: CNA


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda