Breaking
Memuat breaking news...

Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman, Harga Cabai hingga Telur Terpantau Stabil

Qaplo
Qaplo
Kamis, 25 Juni 2026 - 10.58 AM WIB
Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman, Harga Cabai hingga Telur Terpantau Stabil
ilustrasi pasar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANYUMAS – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga bahan kebutuhan pokok di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para petani, peternak, dan pelaku usaha pangan.

Pernyataan itu disampaikan Budi saat melakukan pemantauan harga di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran pemerintah daerah, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Banyumas, Bulog, serta sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan.

Menurut Budi, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada pada level yang relatif terkendali.

Harga Cabai hingga Telur Masih Dalam Batas Wajar

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian pemerintah, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, dan daging ayam, disebut menunjukkan kondisi yang cukup baik di tingkat pasar.

Harga cabai rawit di Pasar Manis Purwokerto, misalnya, berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Angka tersebut masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni sekitar Rp57.000 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam tercatat sekitar Rp25.000 per kilogram dan daging ayam berada di kisaran Rp36.000 per kilogram.

Budi menilai kondisi ideal terjadi ketika harga berada dekat dengan harga acuan atau HET karena dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.

"Kalau harga terlalu rendah, kasihan juga peternak. Tapi kalau harga di atas itu, kasihan juga konsumen. Maka kita cari titik temu antara produsen dan pembeli," ujar Budi.

Pemerintah Dorong Penyerapan Produk Peternakan

Mendag mengakui harga telur dan daging ayam saat ini masih berada pada level yang relatif rendah di sejumlah daerah. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah telah berkoordinasi dengan sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga ritel modern agar meningkatkan penyerapan produk peternakan dalam negeri.

Langkah itu diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasar sekaligus memberikan kepastian bagi para peternak.

Dalam mekanisme pasar pangan, harga yang terlalu rendah dapat merugikan produsen karena menekan margin usaha. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi berpotensi mengurangi daya beli masyarakat dan memicu inflasi pangan.

Ribuan Petugas Pantau Harga Setiap Hari

Untuk memastikan perkembangan harga dapat dipantau secara real time, pemerintah mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Melalui sistem tersebut, sekitar 550 kontributor yang tersebar di 514 kabupaten dan kota melaporkan kondisi harga kebutuhan pokok setiap hari.

Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam mengambil langkah intervensi apabila ditemukan gejolak harga yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar.

Menurut Budi, pemantauan langsung ke pasar tradisional juga tetap diperlukan meskipun data harga telah tersedia secara digital.

Selain memperoleh gambaran kondisi lapangan, kehadiran pemerintah dinilai dapat memperkuat pengawasan terhadap penerapan harga yang sesuai ketentuan.

"Secara psikologis bisa mengingatkan kepada pedagang pasar bahwa menjual tidak boleh melebihi HET. Itu sebagai bentuk pengawasan langsung kepada masyarakat," katanya.

Pemerintah Selidiki Dugaan Masalah Produk Minyakita

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menyinggung investigasi terhadap dugaan permasalahan pada produk minyak goreng rakyat Minyakita yang diproduksi PT KMR di Karanganyar.

Menurut dia, seluruh produk yang terkait dengan kasus tersebut telah ditarik oleh perusahaan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kalau memang melanggar aturan, izinnya bisa dicabut. Semua akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Budi.

Karena proses investigasi masih berlangsung, pemerintah belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Kenaikan Harga Daging Sapi Jadi Perhatian

Selain memantau komoditas yang relatif stabil, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap kenaikan harga daging sapi yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kementerian Perdagangan saat ini masih menelusuri faktor penyebab kenaikan tersebut, termasuk kemungkinan gangguan pasokan maupun distribusi.

Menurut Budi, pendekatan yang dilakukan pemerintah berbeda untuk setiap kondisi pasar. Ketika harga turun, penyerapan perlu diperkuat. Sebaliknya, saat harga naik, pemerintah harus mengidentifikasi penyebab utamanya agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

Dalam kunjungan tersebut, Mendag juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita kepada sejumlah warga.

Salah satu penerima bantuan, Triyani, mengaku terbantu dengan bantuan tersebut karena harga beras dan minyak goreng masih dirasakan cukup tinggi oleh sebagian masyarakat.

"Senang sekali karena harga beras yang paling murah saat ini sudah naik di atas Rp12.500 per kilogram," katanya.

Pemerintah menegaskan pemantauan harga dan pasokan pangan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasar, terutama untuk komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap kebutuhan rumah tangga dan tingkat inflasi nasional.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait