Lazio harus melalui jalan berliku sebelum akhirnya membawa pulang tiga poin dari markas Udinese. Tertinggal lebih dulu di Bluenergy Stadium, Selasa dini hari WIB, Biancocelesti akhirnya menang 2-1 lewat gol-gol Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson yang datang di paruh kedua.
Hasil ini mengangkat Lazio ke peringkat tiga klasemen dengan sembilan poin — sama persis dengan poin Inter Milan di urutan dua dan AS Roma yang memuncaki klasemen. Lazio hanya kalah selisih gol dari kedua tim tersebut. Sebaliknya, Udinese tertahan di posisi kesepuluh dengan empat poin, menurut catatan laman legaseriea.
Sengit Sejak Menit Awal
Laga berjalan berimbang dan sengit sejak babak pertama, dengan kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Kiper Udinese Maduka Okoye tampil gemilang menggagalkan tendangan bebas Mattia Zaccagni, sementara di ujung lain lapangan, Christos Mandas harus bekerja keras mengamankan gawang Lazio dari ancaman Keinan Davis dan Hassane Kamara.
Masalah cedera turut mewarnai jalannya pertandingan. Udinese kehilangan Jakub Piotrowski dan Oumar Solet, sementara Lazio terpaksa menarik keluar Andrea Pinamonti — penyerang yang baru didatangkan musim panas ini — pada menit ke-53. Tijjani Noslin masuk menggantikannya.
Udinese Unggul Lebih Dulu
Empat menit setelah turun minum, tuan rumah memecah kebuntuan. Davis mengirim umpan kepada Karlstrom yang berdiri bebas di dalam kotak penalti, dan gelandang asal Swedia itu dengan dingin menuntaskan peluangnya untuk membawa Udinese unggul 1-0.
Frattesi Menyamakan, Gudmundsson Membalikkan Semuanya
Lazio baru menemukan jalan pulang pada menit ke-75. Zaccagni mengirim bola kepada Frattesi yang menemukan ruang di kotak penalti, dan gelandang Timnas Italia itu langsung melepaskan tembakan first time yang bersarang di sudut atas gawang Udinese. Skor pun berubah jadi 1-1.
Menariknya, lima menit setelah mencetak gol penyeimbang itu, Frattesi justru ditarik keluar. Gudmundsson yang masuk menggantikannya langsung memberi dampak besar — di menit-menit terakhir pertandingan, ia melepaskan tembakan yang membawa Lazio berbalik unggul 2-1, sekaligus menuntaskan pembalikan dramatis yang mereka bangun sejak tertinggal di babak kedua.
Kemenangan ini juga berarti Lazio masih menjaga rekor sempurna mereka di Serie A musim ini — belum terkalahkan sejauh kompetisi bergulir.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda