Soekirman, mantan Bupati Serdang Bedagai (Sergai), mengusulkan agar Pasar Kamu dibangun sebuah titik temu berupa patung ikonik. Usulan itu ia sampaikan saat berkunjung ke Pasar Kamu pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Soekirman yang juga dikenal sebagai budayawan Sumatera Utara menilai Pasar Kamu membutuhkan sebuah center point atau penanda. Setiap Minggu pagi, sejak pukul 07.00 hingga 11.00, ratusan hingga ribuan pengunjung datang untuk sarapan sambil menikmati panorama desa. Ramainya pengunjung kerap membuat rombongan yang datang berkelompok tercerai-berai.

Berkaca pada Patung Hachiko

Ia mencontohkan patung anjing Hachiko di depan Stasiun Shibuya, Tokyo, Jepang. Patung itu dibangun sebagai penghargaan atas kesetiaan seekor anjing yang setia menunggu tuannya hingga akhir hayatnya. Kini patung tersebut menjadi landmark kota sekaligus titik perjanjian untuk bertemu.

Menurut Soekirman, ratusan orang berkerumun di sana setiap hari. Mereka berjanji bertemu, sambil memegang ponsel dan mengamati sekeliling patung Hachiko. Begitu orang yang ditunggu datang, mereka saling menyapa gembira, ada pula yang menangis terharu karena lama tidak bertemu. Belum lengkap rasanya bertandang ke Tokyo tanpa berfoto di depan patung itu.

Patung Padi sebagai Titik Janji

Soekirman mengusulkan patung yang dibuat menggambarkan simbol daerah yang punya cerita, sehingga bisa menjadi story telling bagi pengunjung. Ia mencontohkan, misalnya "patung padi" sebagai titik perjanjian: bila terpisah dari rombongan, cukup berjanji untuk bertemu di patung itu.

Pasar Kamu, akronim dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda, merupakan pasar kuliner tradisional di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pasar ini hanya buka pada Minggu pagi dan mengangkat jajanan tradisional, dengan transaksi menggunakan alat tukar khas bernama Tempu.

Sumber: Waspada.id