KUTACANE — Ruas jalan di samping Gedung Olahraga (GOR) Kutacane, Aceh Tenggara, masih menyisakan persoalan pascabanjir. Tumpukan lumpur sisa banjir Lawe Bulan mengering dan berubah menjadi debu pekat yang menyelimuti kawasan permukiman warga.
Saat hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi kubangan kerbau yang licin dan berbahaya. Namun saat cuaca panas, debu beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga. Sementara itu, langit Kutacane masih diselimuti kabut asap.
“Kalau hujan jadi kubangan kerbau, kalau panas kami sesak hirup debu. Padahal, jalan ini ramai dilalui setiap hari,” ujar Adlun, warga setempat, Sabtu (17/10), dengan nada lirih.
Ironisnya, di sisi jalan terdapat bangunan MCK GOR yang sejak dibangun tidak pernah difungsikan justru menebar bau busuk.
Mengancam Keselamatan dan Kesehatan
Kondisi tersebut bukan sekadar membuat lingkungan kumuh, tetapi juga mengancam keselamatan. Pengendara sepeda motor kerap terpeleset saat melintas. Warga yang setiap hari menghirup debu terancam mengalami gangguan pernapasan.
Senada, warga lainnya, Rab dan Adong, berharap pemerintah tidak tutup mata. Mereka meminta Dinas PUPR segera mengeruk sisa material banjir tersebut.
“Jalan ini tepat di depan Kantor PWI. Debunya masuk ke mana-mana kalau angin datang. Tolonglah dibersihkan agar kami bisa bernapas lega,” pinta Rab.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR Aceh Tenggara belum berhasil dikonfirmasi terkait penanganan tumpukan lumpur tersebut.
Sumber: Jalan Samping GOR Kutacane Kumuh Pascabanjir, Warga Sesak Hirup Debu — Waspada.id


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda