Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti kabut asap pada Jumat, 23 Oktober 2026. Langit kota tampak berwarna kuning sejak pukul 07.00 WIB dan asapnya semakin pekat seiring berjalannya hari.
Dalam laporan jurnalis di lapangan, asap yang menguning itu membuat udara terasa semakin tebal dan semakin berat untuk dihirup. Kondisi tersebut menjadi kenyataan yang harus dihadapi warga setiap hari selama kabut asap menyelimuti kota.
Titik Panas Melonjak Dua Kali Lipat
Data titik panas yang disebutkan dalam laporan itu menunjukkan lonjakan tajam. Pada hari tersebut, titik panas kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya mencapai lebih dari 1.600 titik, atau sekitar dua kali lipat dibanding hari-hari sebelumnya.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran terlihat berulang kali melintas menuju lokasi titik panas untuk segera melakukan pemadaman. Upaya itu terus dilakukan di tengah asap yang kian menebal.
Udara Berbahaya, Jarak Pandang Menyusut
Merujuk data yang disebutkan dari BMKG, konsentrasi partikulat di udara Palangka Raya pada hari itu mencapai lebih dari 1.000 dan jauh melampaui batas berbahaya. Kualitas udara seperti itu dinilai sangat berbahaya, terutama bagi pernapasan.
Di jalanan, kabut asap juga membuat jarak pandang semakin pendek. Pengendara roda dua maupun roda empat pun diminta lebih berhati-hati saat melintas di tengah kepungan asap.
Kekhawatiran warga pun bertambah. Tak sedikit warga yang takut rumahnya ikut terbakar ketika kebakaran lahan terjadi di dekat permukiman, karena tak jarang titik panas berada sangat dekat dengan rumah warga.
Sumber: KOMPASTV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda