Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Menyusut Usai Serangan Terbaru AS ke IranLalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Menyusut Usai Serangan Terbaru AS ke Iran

JAKARTA - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menyusut tajam setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke sejumlah wilayah Iran selama dua hari berturut-turut pada pekan ini. Berkurangnya jumlah kapal yang melintas menunjukkan pelaku industri pelayaran mulai meningkatkan kewaspadaan di tengah kembali memanasnya situasi keamanan di kawasan Teluk.
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dikutip Bloomberg News, hanya 14 kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz ke dua arah dalam sehari terakhir. Jumlah tersebut menjadi yang terendah sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk melanjutkan pembicaraan damai pada 16 Juni.
Sebagai perbandingan, rata-rata terdapat sekitar 34 kapal yang melintasi Selat Hormuz setiap hari dalam tiga pekan setelah kesepakatan pembicaraan damai dicapai. Berkurangnya lalu lintas kapal mengindikasikan perusahaan pelayaran mulai menyesuaikan operasionalnya menyusul meningkatnya risiko keamanan di kawasan.
Data pelacakan juga menunjukkan bahwa di antara kapal-kapal berukuran besar, hanya satu kapal tanker super yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat terlihat keluar dari kawasan Teluk bersama sebuah kapal kontainer berbendera Iran.
Perusahaan pelayaran umumnya akan lebih berhati-hati ketika konflik meningkat di jalur laut strategis. Selain mempertimbangkan keselamatan awak kapal, operator juga menghadapi potensi kenaikan biaya asuransi, perubahan rute pelayaran, hingga risiko keterlambatan distribusi barang apabila situasi keamanan memburuk.
Sementara itu, Pusat Komando Militer Amerika Serikat di Timur Tengah (CENTCOM) menyatakan pihaknya kembali melaksanakan serangkaian serangan terhadap Iran pada Kamis (9/7). Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal dagang dan pelaut sipil yang beroperasi di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya melalui media sosial X, CENTCOM menyebut pasukan Amerika Serikat menyerang sekitar 90 target militer di berbagai wilayah Iran. Sasaran yang diklaim menjadi target meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pesisir, lokasi penyimpanan rudal dan drone, aset angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran.
CENTCOM juga menyatakan operasi tersebut merupakan kelanjutan dari serangan yang dilakukan pada malam sebelumnya. Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang memerinci tingkat kerusakan akibat serangan tersebut maupun tanggapan terbaru dari pemerintah Iran atas klaim yang disampaikan militer Amerika Serikat.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dari negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, melewati selat ini sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan.
Karena posisinya yang sangat strategis, setiap peningkatan ketegangan keamanan di kawasan tersebut dapat memengaruhi kelancaran distribusi energi global. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran juga berpotensi meningkatkan biaya logistik dan premi asuransi kapal, yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga komoditas energi di pasar internasional.
Meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai penutupan Selat Hormuz, penurunan jumlah kapal yang melintas menunjukkan pelaku industri mulai mengambil langkah antisipatif terhadap risiko konflik. Kondisi ini menjadi perhatian pasar karena selat tersebut merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah.
Apabila ketegangan terus meningkat dan aktivitas pelayaran tetap terbatas dalam waktu lama, distribusi energi global berpotensi terganggu. Situasi tersebut dapat memicu volatilitas harga minyak dunia sekaligus memengaruhi biaya logistik dan perdagangan internasional, sehingga perkembangan di Selat Hormuz akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dan pemerintah berbagai negara.
sumber : cnni
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda