Breaking
Memuat breaking news...

Kurir 113 Kg Sabu yang Sempat Kabur di Langkat Ditangkap di Aceh

Qaplo
Qaplo
Senin, 8 Juni 2026 - 7.11 PM WIB
Kurir 113 Kg Sabu yang Sempat Kabur di Langkat Ditangkap di Aceh
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap RR, tersangka kurir narkoba yang sebelumnya sempat kabur saat pengungkapan kasus 113 kilogram sabu di Kabupaten Langkat. RR ditangkap di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis, 4 Juni 2026, setelah beberapa pekan diburu polisi.

Penangkapan ini membuka kembali pengusutan jaringan yang diduga berada di balik pengiriman sabu dalam jumlah besar tersebut. Sebelumnya, polisi mengamankan satu unit Toyota Kijang Innova yang disebut berisi 113 kilogram sabu saat pengungkapan di Langkat pada 11 Mei 2026.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, AKBP Diari Astetika, mengatakan RR sempat berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap di Aceh. Ia disebut mencoba kabur ke area persawahan ketika petugas menghentikan sepeda motor yang dikendarainya.

Menurut Diari, RR sebelumnya lolos saat penyergapan di Langkat. Saat itu, RR disebut berada dalam mobil Toyota Kijang Innova yang membawa barang bukti sabu. Setelah kabur, ia berpindah menggunakan kendaraan umum hingga akhirnya bersembunyi di rumah orang tuanya di Bireuen.

“Jadi dia berpindah dengan bersembunyi, kemudian menaiki kendaraan umum, akhirnya sampai ke tempat keluarganya. Dia sudah diberikan upah Rp3 juta untuk panjar mengantar barang bukti narkotika itu,” kata AKBP Diari kepada wartawan, Senin, 8 Juni 2026.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, RR mengaku sudah dua kali menjalankan pengiriman sabu. Pengiriman pertama disebut dilakukan dengan membawa 10 kilogram sabu ke wilayah Sumatera Barat.

Setelah pengiriman pertama, RR disebut kembali mendapat tugas membawa sabu dalam jumlah jauh lebih besar, yakni 113 kilogram. Polisi masih mendalami berapa upah penuh yang dijanjikan kepada RR dalam pengiriman kedua tersebut.

Diari menyebut RR mengaku hanya diminta menjemput mobil berisi narkoba. Ia juga mengaku tidak bertemu langsung dengan pihak yang mengendalikan pengiriman tersebut.

“Kami tetap harus berusaha untuk melakukan pendalaman, untuk mengejar siapa-siapa jaringan maupun atasannya dia,” ujar Diari.

Polisi Usut Dugaan Identitas Palsu

Selain menelusuri jaringan peredaran narkoba, Polda Sumut juga mengusut dugaan pemalsuan dokumen identitas yang ditemukan dalam kasus ini. Saat mengamankan mobil berisi 113 kilogram sabu, polisi menemukan sejumlah kartu identitas yang diduga palsu.

Beberapa kartu identitas tersebut disebut memiliki foto yang sama, tetapi menggunakan nama berbeda. Temuan ini menjadi perhatian karena identitas palsu dapat digunakan untuk menyamarkan pergerakan seseorang, termasuk saat bepergian atau menginap.

Diari menjelaskan, berdasarkan pengakuan RR, tersangka diminta mengirimkan foto kepada atasannya untuk dibuatkan identitas lain. Dokumen tersebut diduga dipakai agar nama asli kurir tidak mudah terlacak saat menjalankan pengiriman narkoba.

“Kami akan mendalami terkait pengurusan dokumen yang menurut dia itu dibuat oleh atasannya dia,” sebut Diari.

Mengapa Kasus Ini Penting?

Jumlah 113 kilogram sabu menunjukkan perkara ini berada pada skala besar dan tidak cukup ditangani hanya pada level kurir. Dalam skala peredaran gelap, barang bukti sebanyak itu berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas apabila lolos ke masyarakat.

Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya pengusutan jaringan di atas pelaksana lapangan. Dalam banyak kasus narkoba, kurir kerap menjadi lapisan paling bawah, sementara pengendali pengiriman berada di tingkat yang berbeda.

Karena itu, penangkapan RR belum menutup perkara. Polisi masih perlu menelusuri siapa yang memerintahkan pengiriman, siapa pemilik barang, bagaimana jalur distribusinya, dan apakah ada pihak lain yang membantu penyamaran identitas tersangka.

Pengusutan dokumen palsu juga menjadi bagian penting dalam perkara ini. Jika benar digunakan untuk mendukung pengiriman narkoba, temuan tersebut dapat membuka dugaan adanya jaringan pendukung di luar kurir, termasuk pihak yang membuat atau menyediakan identitas palsu.

Polda Sumut menyatakan penyidikan masih dikembangkan untuk mengejar pihak lain yang diduga berada di atas RR. Pengembangan kasus diharapkan tidak berhenti pada kurir, tetapi dapat mengungkap jalur distribusi dan pengendali utama jaringan sabu tersebut.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait