Kurir 113 Kg Sabu yang Sempat Kabur di Langkat Ditangkap di Aceh
Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap RR, tersangka kurir narkoba yang sebelumnya sempat kabur saat pengungkapan kasus 113 kilogram sabu di Kabupaten Langkat. RR ditangkap di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis,
Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap RR, tersangka kurir narkoba yang sebelumnya sempat kabur saat pengungkapan kasus 113 kilogram sabu di Kabupaten Langkat. RR ditangkap di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis, 4 Juni 2026, setelah beberapa pekan diburu polisi. Penangkapan ini membuka kembali pengusutan jaringan yang diduga berada di balik pengiriman sabu dalam jumlah besar tersebut. Sebelumnya, polisi mengamankan satu unit Toyota Kijang Innova yang disebut berisi 113 kilogram sabu saat pengungkapan di Langkat pada 11 Mei 2026. Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, AKBP Diari Astetika, mengatakan RR sempat berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap di Aceh. Ia disebut mencoba kabur ke area persawahan ketika petugas menghentikan sepeda motor yang dikendarainya. Menurut Diari, RR sebelumnya lolos saat penyergapan di Langkat. Saat itu, RR disebut berada dalam mobil Toyota Kijang Innova yang membawa barang bukti sabu. Setelah kabur, ia berpindah menggunakan kendaraan umum hingga akhirnya bersembunyi di rumah orang tuanya di Bireuen. “Jadi dia berpindah dengan bersembunyi, kemudian menaiki kendaraan umum, akhirnya sampai ke tempat keluarganya. Dia sudah diberikan upah Rp3 juta untuk panjar mengantar barang bukti narkotika itu,” kata AKBP Diari kepada wartawan, Senin, 8 Juni 2026. Berdasarkan pemeriksaan sementara, RR mengaku sudah dua kali menjalankan pengiriman sabu. Pengiriman pertama disebut dilakukan dengan membawa 10 kilogram sabu ke wilayah Sumatera Barat. Setelah pengiriman pertama, RR disebut kembali mendapat tugas membawa sabu dalam jumlah jauh lebih besar, yakni 113 kilogram. Polisi masih mendalami berapa upah penuh yang dijanjikan kepada RR dalam pengiriman kedua tersebut. Diari menyebut RR mengaku hanya diminta menjemput