KSP Dudung Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik, Ingatkan Hindari Provokasi
Kepala KSP Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah selalu membuka ruang kritik yang membangun, bersamaan dengan aksi unjuk rasa BEM UI di Jakarta.
Qaplo.com (Jakarta) - Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menegaskan sikap pemerintah yang tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik. Pernyataan ini disampaikan Kepala KSP, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, bertepatan dengan aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Melalui pernyataan resmi di akun media sosial KSP, Dudung menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari jalannya roda pemerintahan. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tersebut tetap dilakukan secara bijak demi menjaga persatuan bangsa. Membedakan Kritik Sehat dan Provokasi Menurut Dudung, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak antikritik. Ia menyebut kritik sebagai elemen penting yang menjaga keseimbangan demokrasi. Meski demikian, ia menggarisbawahi adanya batasan jelas antara kritik yang membangun dan tindakan yang mengarah pada perpecahan. "Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik. Karena kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan," ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut. Ia juga mengingatkan publik agar tidak mencampuradukkan kritik dengan tindakan provokatif. Dudung meminta semua pihak menghindari fitnah dan upaya adu domba yang berpotensi merusak ikatan persaudaraan sesama anak bangsa. Belajar dari Sejarah Panjang Bangsa Dalam pesannya, Dudung juga mengajak masyarakat merefleksikan kembali perjalanan sejarah Indonesia yang penuh tantangan. Ia mengingatkan bahwa persatuan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan besar dan berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan masa lalu hingga dinamika sosial di berbagai daerah. Ia