Breaking
Memuat breaking news...

KSP Dudung Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik, Ingatkan Hindari Provokasi

Qaplo
Qaplo
Jumat, 12 Juni 2026 - 6.11 PM WIB
KSP Dudung Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik, Ingatkan Hindari Provokasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com (Jakarta) - Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menegaskan sikap pemerintah yang tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik. Pernyataan ini disampaikan Kepala KSP, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, bertepatan dengan aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Melalui pernyataan resmi di akun media sosial KSP, Dudung menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari jalannya roda pemerintahan. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tersebut tetap dilakukan secara bijak demi menjaga persatuan bangsa.

Membedakan Kritik Sehat dan Provokasi

Menurut Dudung, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak antikritik. Ia menyebut kritik sebagai elemen penting yang menjaga keseimbangan demokrasi. Meski demikian, ia menggarisbawahi adanya batasan jelas antara kritik yang membangun dan tindakan yang mengarah pada perpecahan.

"Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik. Karena kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan," ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Ia juga mengingatkan publik agar tidak mencampuradukkan kritik dengan tindakan provokatif. Dudung meminta semua pihak menghindari fitnah dan upaya adu domba yang berpotensi merusak ikatan persaudaraan sesama anak bangsa.

Belajar dari Sejarah Panjang Bangsa

Dalam pesannya, Dudung juga mengajak masyarakat merefleksikan kembali perjalanan sejarah Indonesia yang penuh tantangan. Ia mengingatkan bahwa persatuan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan besar dan berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan masa lalu hingga dinamika sosial di berbagai daerah.

Ia menilai, ketahanan Indonesia melewati berbagai krisis tersebut membuktikan kekuatan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai luhur inilah yang menurutnya harus terus dijaga di tengah dinamika politik dan sosial modern.

"Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu," tambahnya.

Menjaga Kondusivitas Menuju Indonesia Emas

Pernyataan dari pihak KSP ini mengemuka saat massa mahasiswa melakukan aksi jalan kaki (long march) dari kawasan Dukuh Atas menuju Bundaran Hotel Indonesia untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan fokus pada agenda pembangunan nasional jangka panjang. Dudung mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok mahasiswa, untuk merapatkan barisan demi menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. Langkah ini dinilai memerlukan stabilitas politik dan keamanan yang kondusif tanpa mengabaikan hak-hak sipil dalam berpendapat.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait