Breaking
Memuat breaking news...

Kopassus Gelar Latihan Antiteror di Bengkulu, Simulasikan Pembebasan Sandera di Kantor Gubernur

Qaplo
Qaplo
Kamis, 18 Juni 2026 - 1.07 PM WIB
Kopassus Gelar Latihan Antiteror di Bengkulu, Simulasikan Pembebasan Sandera di Kantor Gubernur
Reading Comfort
adjust the font size

BENGKULU – Pasukan elite TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), bersiap menggelar latihan taktis berskala besar di Provinsi Bengkulu pada akhir Juni ini. Latihan perdana yang digawangi oleh Batalyon 13 Grup 1 Kopassus tersebut bakal melibatkan skenario tingkat tinggi, mulai dari infiltrasi udara hingga simulasi penyelamatan sandera (hostage rescue).

Agenda rutin untuk menguji kesiapan tempur ini tidak hanya menjadi panggung bagi korps baret merah. Kopassus juga menggandeng lintas instansi di daerah, termasuk unsur TNI wilayah, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), hingga lembaga tanggap darurat sipil.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan latihan militer ini. Langkah tersebut dinilai strategis untuk membangun kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan maupun misi kemanusiaan.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan Kopassus, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat Bengkulu," ujar Herwan usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan akan memfasilitasi kebutuhan logistik dan dukungan operasional di lapangan demi kelancaran seluruh tahapan latihan.

Uji Kesiapan di Medan Berat

Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Mayor Inf Gerry Heikal Cholid, menjelaskan bahwa pemilihan Bengkulu sebagai lokasi latihan didasarkan pada karakteristik wilayahnya. Hutan yang lebat serta topografi yang bervariasi dinilai ideal untuk menguji ketahanan fisik dan mental prajurit.

"Latihan ini dirancang untuk mengukur kemampuan tempur, keterampilan survival (bertahan hidup), dan adaptasi medan. Lingkungan alam Bengkulu menyediakan kondisi yang cocok untuk latihan taktis yang menantang," kata Gerry.

Sebanyak 90 personel tangguh dari Grup 1 Kopassus dipastikan ambil bagian dalam operasi latihan ini. Selain mengasah kemampuan individu prajurit di hutan belantara, latihan didesain untuk memperkuat skema koordinasi antarinstitusi saat menghadapi situasi darurat yang kompleks.

Jadwal dan Alur Simulasi Kontra-Terorism

Berdasarkan linimasa persiapan, rangkaian latihan taktis ini akan dibagi ke dalam beberapa fase utama:

22 Juni: Latihan diawali dengan operasi penerjunan taktis (tactical parachute operation). Puluhan penerjun payung dari pasukan khusus akan mendarat di kawasan sekitar Danau Dendam Tak Sudah.

25 Juni: Puncak latihan bergeser ke pusat pemerintahan. Kompleks Kantor Gubernur Bengkulu akan diskenariokan sebagai area krisis dalam simulasi pembebasan sandera dari kelompok teror.

Aktivitas ini dipastikan bakal menarik perhatian publik karena melibatkan pergerakan alutsista dan personel dalam skala besar. Kopassus akan mengerahkan deretan kendaraan taktis (rantis), helikopter, tim penembak jitu (sniper), hingga unit penyerbu utama.

Guna menciptakan simulasi yang realistis, operasi gabungan ini turut melibatkan personel dari Basarnas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Pemadam Kebakaran. Keterlibatan unsur sipil ini krusial untuk melatih manajemen krisis, evakuasi medis, serta penanganan pasca-bencana atau serangan di area publik.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait