Breaking
Memuat breaking news...

Kontroversi Piala Dunia 2026: Infantino Membela Diri, UEFA hingga Norwegia Bereaksi Keras

Qaplo
Qaplo
Selasa, 28 Juli 2026 - 6.32 AM WIB
Kontroversi Piala Dunia 2026: Infantino Membela Diri, UEFA hingga Norwegia Bereaksi Keras
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Presiden FIFA Gianni Infantino melancarkan balasan panjang terhadap para pengkritiknya lewat media sosial, menyusul rentetan kontroversi yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dalam unggahan di Instagram pada Minggu (26/7) yang terdiri dari 15 slide, Infantino menuding para pengkritik "dikuasai kebencian" dan menyebut mereka yang mengkritik dari balik layar dan tulisan tengah menyebarkan kebencian serta rumor palsu, sementara menurutnya FIFA justru bekerja keras menghadirkan tontonan terbaik dunia.

Pernyataan ini muncul di tengah gelombang kritik terhadap FIFA dan Infantino dari berbagai sisi—mulai dari penangguhan sanksi larangan bermain satu laga untuk pemain AS Folarin Balogun, perlakuan terhadap tim nasional Iran, penerapan jeda hidrasi di tengah pertandingan, kedekatan Infantino dengan Presiden AS Donald Trump, hingga perluasan format turnamen menjadi 48 tim peserta.

Meski menghadapi banyak sorotan, Infantino tetap bersikukuh bahwa penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung tanpa kekerasan maupun insiden berarti.

Isi Pembelaan: dari Visa hingga Keputusan Wasit

Infantino turut menyinggung isu visa yang sempat menyulitkan sejumlah suporter sebelum dan selama turnamen berlangsung, termasuk kasus wasit FIFA asal Turki, Omar Artan, yang sempat ditolak masuk ke Amerika Serikat sebelum Piala Dunia dimulai.

Dalam unggahannya, ia mengklaim negara-negara dengan persoalan serius tetap mendapatkan visa, dan hanya sedikit pihak yang ditolak, sementara jutaan permohonan lain disebutnya disetujui tanpa banyak disorot kritikus.

Soal keputusan-keputusan kontroversial di lapangan yang tampaknya merujuk pada kasus Balogun, Infantino menyebut situasi semacam itu, termasuk kartu merah atau kartu kuning yang dianggap keliru serta keputusan untuk tidak menjatuhkan sanksi pada pemain tertentu, lazim terjadi dan diterima secara luas di sejumlah liga besar dunia.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—atas kontribusi mereka, dan menutup pernyataannya dengan mengajak para pengkritik untuk merenung, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola alih-alih terus melontarkan kritik terhadap FIFA. Ia juga menyampaikan rasa bangganya sebagai Presiden FIFA atas apa yang disebutnya sebagai penyelenggaraan Piala Dunia paling istimewa.

Reaksi Federasi Norwegia dan UEFA

Pernyataan Infantino ini tampaknya belum akan meredakan gelombang kritik. Ketua Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengajukan komplain resmi ke Komite Etik FIFA terkait dugaan campur tangan Trump dalam kasus penangguhan sanksi Balogun.

Hubungan FIFA dengan UEFA turut memanas akibat kasus yang sama. Badan sepak bola Eropa itu menilai langkah FIFA telah melewati batas yang tidak bisa diterima maupun dibenarkan.

Di sisi lain, hasil investigasi FIFA terhadap perilaku pemain Argentina usai laga final Piala Dunia juga masih menjadi sorotan. Kritik terhadap Infantino kian bertambah setelah bocor sebuah surat yang ditujukan kepada federasi sepak bola Argentina (AFA) pada Sabtu (25/7), yang isinya memuji profesionalisme tim Amerika Selatan tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan lanjutan dari FIFA maupun Infantino secara langsung atas rencana komplain resmi dari NFF ke Komite Etik FIFA.

  • Presiden FIFA Gianni Infantino merilis unggahan 15 slide di Instagram membalas kritik terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

  • Kritik terhadap FIFA mencakup kasus Balogun, perlakuan terhadap Iran, jeda hidrasi, kedekatan dengan Trump, hingga perluasan format 48 tim.

  • Infantino membela penyelenggaraan turnamen sebagai bebas kekerasan dan insiden, serta menyebut keputusan wasit kontroversial sebagai hal lazim di liga-liga besar.

  • Federasi Sepak Bola Norwegia berencana mengajukan komplain resmi ke Komite Etik FIFA soal dugaan campur tangan Trump dalam kasus Balogun.

  • UEFA turut mengkritik keras langkah FIFA dalam kasus yang sama.

  • Kontroversi tambahan muncul usai bocornya surat pujian Infantino untuk federasi sepak bola Argentina.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait