Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah sempat relatif tenang selama beberapa pekan. Kedua negara kini terlibat dalam pertukaran serangan paling serius sejak Juli 2026, memunculkan sorotan besar terhadap kekuatan persenjataan yang dimiliki Iran.
Kronologi Eskalasi Terbaru
Eskalasi bermula ketika militer AS menyerang dua peluncur milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Pulau Larak, dekat Selat Hormuz, pada Minggu (30/8/2026). Iran membalas dengan menembakkan rudal ke dua pangkalan udara AS di Yordania.
Konflik kemudian meluas pada Selasa (1/9/2026), ketika AS kembali menggempur sistem pertahanan udara, radar, fasilitas maritim, kemampuan pemasangan ranjau, hingga jaringan komunikasi milik IRGC. Iran pun membalas dengan menyerang fasilitas AS di Yordania, Bahrain, dan Irak menggunakan kombinasi rudal serta drone.
Sulit Dipastikan, tapi Beragam dan Mengkhawatirkan
Adu serang ini mengarahkan perhatian dunia terhadap kekuatan persenjataan Iran, yang diketahui memiliki beragam alutsista — mulai dari rudal balistik, rudal jelajah, drone, sistem pertahanan udara, hingga kapal perang. Meski begitu, kekuatan asli Iran sangat sulit dipastikan secara pasti, karena negara ini tidak pernah membuka data resmi soal jumlah, tingkat kesiapan, maupun persenjataan mana saja yang masih benar-benar bisa dioperasikan.
Untuk memberikan gambaran, berikut daftar alutsista yang diketahui dimiliki Iran, dikelompokkan berdasarkan fungsinya, merujuk pada Iran Weapons Database milik House of Saud yang memuat 65 entri persenjataan.
1. Rudal Balistik, Andalan Utama Pertahanan Iran
Rudal balistik menjadi salah satu tulang punggung pertahanan Iran. Senjata ini bekerja dengan membawa hulu ledak terbang tinggi terlebih dahulu, sebelum meluncur ke arah sasaran dengan kecepatan tinggi. Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai Iran memiliki persenjataan rudal terbesar sekaligus paling beragam di kawasan Timur Tengah.
Nama yang paling banyak menyita perhatian adalah Fattah-1 dan Fattah-2, yang oleh Iran dipromosikan sebagai rudal berkecepatan hipersonik yang mampu bermanuver sebelum mengenai sasaran. Namun klaim soal kecepatan dan kemampuannya ini masih diperdebatkan banyak pihak — sejumlah pengamat pertahanan lebih memilih menyebut Fattah sebagai rudal balistik dengan hulu ledak yang dapat bermanuver, bukan senjata hipersonik dalam pengertian penuh.
Selain itu, Iran memiliki Khorramshahr-4 atau Kheibar yang dirancang untuk membawa hulu ledak berkekuatan besar. Sementara itu, Kheibar Shekan, Sejjil-2, Haj Qasem, dan keluarga Fateh menggunakan bahan bakar padat, sehingga bisa disiapkan untuk diluncurkan lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
No | Nama | Jenis/Fungsi |
|---|---|---|
1 | Fattah-1 | Rudal balistik bermanuver |
2 | Fattah-2 | Rudal balistik bermanuver generasi lanjutan |
3 | Khorramshahr-4 (Kheibar) | Rudal balistik jarak menengah dengan hulu ledak berat |
4 | Kheibar Shekan | Rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat |
5 | Emad | Rudal balistik jarak menengah berpemandu |
6 | Ghadr-110 | Rudal balistik jarak menengah berjangkauan jauh |
7 | Shahab-3 | Rudal balistik jarak menengah |
8 | Sejjil-2 | Rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dua tahap |
9 | Haj Qasem | Rudal balistik presisi berbahan bakar padat |
10 | Qasem Basir | Rudal balistik presisi dengan sistem pemandu termal |
11 | Qiam-1 | Rudal balistik jarak pendek tanpa sirip |
12 | Shahab-2 | Rudal balistik jarak pendek |
13 | Shahab-1 | Rudal balistik jarak pendek |
14 | Keluarga Fateh-110 | Rudal balistik taktis, mencakup Fateh-110, Fateh-313, Dezful, dan Raad-500 |
15 | Zolfaghar | Rudal balistik jarak pendek dengan jangkauan diperpanjang |
2. Rudal Jelajah, Bergerak Rendah Menyusuri Permukaan Bumi
Berbeda dari rudal balistik yang terbang tinggi, rudal jelajah bergerak lebih menyerupai pesawat tanpa awak. Senjata ini menggunakan mesin sepanjang penerbangan dan bisa melaju di ketinggian rendah mengikuti kontur permukaan bumi.
Paveh menjadi salah satu rudal jelajah jarak jauh paling menonjol milik Iran, yang diklaim mampu mengubah jalur penerbangan dan berkoordinasi dengan rudal lain saat menuju sasaran. Selain Paveh, ada pula Soumar dan Hoveyzeh yang jalur pengembangannya berasal dari rudal Kh-55 buatan Uni Soviet — Iran diyakini memperoleh sejumlah unit Kh-55 dari Ukraina pada dekade 1990-an, lalu mempelajari dan mengembangkan versinya sendiri.
No | Nama | Jenis/Fungsi |
|---|---|---|
1 | Paveh | Rudal jelajah jarak jauh |
2 | Hoveyzeh | Rudal jelajah |
3 | Soumar | Rudal jelajah jarak jauh |
4 | Abu Mahdi | Rudal jelajah antikapal |
5 | Ya Ali | Rudal jelajah jarak menengah |
3. Drone Murah untuk Serangan Bervolume Besar
Jika rudal mengandalkan daya ledak besar, drone menawarkan opsi serangan yang jauh lebih murah dan fleksibel. Iran berhasil mengembangkan berbagai jenis pesawat tanpa awak, mulai dari drone kamikaze sekali pakai hingga pesawat tanpa awak berukuran besar yang mampu kembali ke pangkalan.
Shahed-136 menjadi produk paling dikenal dari Iran. Drone bersayap delta ini mampu membawa bahan peledak dan menghantam langsung sasarannya, sehingga kerap disebut drone kamikaze. Dari segi kecepatan, Shahed-136 tergolong lambat dan relatif mudah dideteksi. Namun biaya produksinya yang sangat murah memungkinkan senjata ini diluncurkan dalam jumlah besar sekaligus, untuk membebani sistem pertahanan udara lawan.
Iran kemudian mengembangkan Shahed-238 yang menggunakan mesin jet, dengan kecepatan lebih tinggi dibanding Shahed-136 — sehingga waktu yang tersedia untuk mendeteksi dan mencegatnya menjadi lebih singkat.
CSIS mencatat Iran telah meluncurkan lebih dari 2.000 drone dan 500 rudal balistik hanya dalam empat hari pertama pertempuran melawan AS di awal 2026. Lembaga yang sama juga memperkirakan Iran telah menghabiskan sekitar 60 persen persediaan drone dan 30 persen persediaan rudalnya selama konflik berlangsung, sementara kapasitas produksi Iran diperkirakan mencapai sekitar 5.000 mesin dan 500 badan drone Shahed-136 per tahun.
No | Nama | Jenis/Fungsi |
|---|---|---|
1 | Shahed-136 | Drone kamikaze |
2 | Shahed-238 | Drone kamikaze bermesin jet |
3 | Arash-2 | Drone kamikaze |
4 | Shahed-149 Gaza | Drone tempur kelas berat |
5 | Shahed-129 | Drone pengintai dan serang jarak menengah |
6 | Mohajer-6 | Drone taktis bersenjata |
7 | Mohajer-10 | Drone tempur jarak jauh |
8 | Kaman-22 | Drone tempur kelas berat |
9 | Ababil-3/Ababil-5 | Drone taktis multiguna |
10 | Karrar | Drone serang bermesin jet |
11 | Meraj-521 | Drone kamikaze |
12 | Raad-85 | Drone kamikaze |
4. Sistem Pertahanan Udara Berlapis
Iran juga mengembangkan jaringan pertahanan udara berlapis untuk melindungi kota hingga pangkalan militer. Kendati demikian, pada praktiknya selama perang melawan AS, banyak objek penting Iran yang berhasil ditembus oleh serangan lawan.
Untuk pertahanan jarak jauh, Iran mengandalkan sistem S-300PMU-2 buatan Rusia serta Bavar-373 buatan dalam negeri. Bavar-373 sering disebut sebagai jawaban Iran atas keterbatasan mengakses sistem pertahanan asing akibat sanksi internasional. Sistem ini menggunakan radar dan peluncur yang bisa dipindah-pindahkan, sehingga lebih mudah dimobilisasi.
No | Nama | Jenis/Fungsi |
|---|---|---|
1 | Bavar-373 | Sistem rudal pertahanan udara strategis jarak jauh |
2 | S-300PMU-2 | Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh buatan Rusia |
3 | Khordad-15 | Sistem rudal pertahanan udara jarak menengah |
4 | 3rd Khordad (Sevom Khordad) | Sistem rudal pertahanan udara jarak menengah |
5 | Talash-2/Talash-4 | Sistem rudal pertahanan udara jarak menengah dan jauh |
6 | Arman | Sistem pertahanan untuk rudal balistik |
7 | Sayyad-3 | Rudal pencegat pertahanan udara jarak jauh |
8 | Sayyad-2 | Rudal pencegat pertahanan udara jarak menengah |
9 | Mersad | Sistem pertahanan udara hasil modernisasi MIM-23 Hawk |
10 | Tor-M1 | Sistem pertahanan udara jarak pendek |
5. Kekuatan Laut dan Darat
Selain rudal, drone, dan pertahanan udara, Iran juga memiliki beragam persenjataan laut, kapal perang, serta kendaraan tempur darat. Kekuatan laut Iran dirancang khusus untuk beroperasi di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz, mengandalkan rudal antikapal, ranjau laut, kapal tanpa awak, kapal selam, hingga kapal serang cepat. Sementara di darat, Iran mengoperasikan campuran tank buatan dalam negeri dengan kendaraan tempur yang berasal dari Rusia maupun negara-negara Barat.
No | Nama | Jenis/Fungsi |
|---|---|---|
1 | Khalij Fars | Rudal balistik antikapal |
2 | Zolfaghar Basir | Rudal balistik antikapal jarak jauh |
3 | Hormuz-1/Hormuz-2 | Rudal antiradar dan antikapal |
4 | Noor | Rudal jelajah antikapal |
5 | Ghader/Ghadir | Rudal jelajah antikapal berjangkauan jauh |
6 | Nasr/Zafar | Rudal jelajah antikapal jarak pendek |
7 | Explosive USV/Drone Boats | Kapal tanpa awak bermuatan peledak |
8 | Ranjau laut | Ranjau kontak, pengaruh, dan ranjau pintar |
9 | Fregat kelas Moudge | Fregat ringan |
10 | Fregat kelas Alvand | Fregat ringan |
11 | Korvet kelas Bayandor | Korvet patroli |
12 | Shahid Bagheri | Kapal induk drone |
13 | Makran | Kapal pendukung dan pangkalan operasi |
14 | Kapal selam kelas Kilo | Kapal selam serang bertenaga diesel-listrik |
15 | Kapal selam mini kelas Ghadir | Kapal selam untuk operasi pesisir |
16 | Kapal serang cepat IRGCN | Kapal cepat untuk serangan berkelompok |
17 | Karrar MBT | Tank tempur |
18 | Zulfiqar-3 MBT | Tank tempur |
19 | T-72S MBT | Tank tempur buatan Rusia |
20 | Chieftain Mk3/5 (Mobarez) | Tank tempur generasi lama |
21 | M60 Patton (Samsam) | Tank tempur generasi lama |
22 | Makran BTR-50 | Kendaraan tempur infanteri/pengangkut personel lapis baja |
23 | Sistem artileri | Meriam tarik, artileri swagerak, dan mortir |
Catatan: Data alutsista dalam daftar ini bersifat estimasi dari sumber terbuka (Iran Weapons Database dan analisis CSIS), bukan data resmi yang dirilis pemerintah Iran. Jumlah unit yang benar-benar siap operasi tidak dapat dipastikan secara independen.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda