Klaim 10 Ribu Penonton Konser di PRSU Dipertanyakan, Pengunjung Sebut Hanya Sekitar 1.500Klaim 10 Ribu Penonton Konser di PRSU Dipertanyakan, Pengunjung Sebut Hanya Sekitar 1.500

MEDAN - Konser Raim Laode di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 yang menyebut dihadiri 10 ribu penonton dinilai asal sebut dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. PRSU 2026 telah melakukan pembohongan publik.
Pembohongan publik lain yang dilakukan yakni konser Raim Laode yang digelar Jumat (10/7/2026) malam itu, yang disebutkan dalam rilis berita berlangsung pada Sabtu malam (11/7/2026).
Dalam rilis berita yang didistribusikan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara kepada sejumlah media, hujan yang mengguyur kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menikmati berbagai hiburan yang disajikan.
Memasuki hari kedelapan penyelenggaraan, sekitar 10 ribu pengunjung memadati area PRSU dan bertahan hingga penghujung acara untuk menyaksikan penampilan Raim Laode dan Nufix di Panggung Utama.
Suasana tetap semarak sepanjang malam. Ribuan penonton tampak bernyanyi bersama, mengabadikan momen, dan menikmati setiap lagu yang dibawakan oleh kedua musisi. Antusiasme yang tetap terjaga di tengah guyuran hujan menjadi salah satu potret paling berkesan pada malam kedelapan PRSU 2026.
Usai tampil, Raim Laode mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat Medan yang tetap memenuhi area konser meski hujan turun cukup deras.
"Jangan ajari orang Medan bersilaturahim. Orang Medan, kalau mau ada hujan badai, kalau ingin berjumpa, dia maju paling depan. Dan saya sudah rasakan malam hari ini, hujan badai tetap kita senang-senang," ujar Raim Laode, Sabtu malam (11/7/2026).
Di tengah kemeriahan konser, sejumlah peserta Lomba Dance Kontemporer PRSU 2026 juga tampak menikmati suasana. Mereka sebelumnya telah mengikuti kompetisi yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan PRSU. Salah satunya adalah kelompok tari asal Kabupaten Padang Lawas yang rela menempuh perjalanan sekitar 12 jam ke Medan demi membawa nama daerah dan menampilkan kekayaan budaya mereka.
Perwakilan kelompok tari tersebut mengungkapkan bahwa perjuangan mereka tidak hanya terletak pada perjalanan panjang. Dengan fasilitas latihan yang masih terbatas di daerah asal, mereka tetap berlatih keras untuk menampilkan yang terbaik sekaligus memperkenalkan budaya Padang Lawas kepada masyarakat yang lebih luas.
"Kami ini cuma anak-anak daerah yang cinta budaya leluhur kami. Harapan kami sederhana: lihat kami. Tolong perhatikan anak-anak di daerah yang punya bakat dan kemauan keras, tetapi jalannya masih terhalang oleh fasilitas dan biaya. Kami ingin budaya Padang Lawas semakin dikenal dan terus berkembang," ungkap perwakilan kelompok tari Kabupaten Padang Lawas.
Semangat pengunjung yang tetap bertahan di tengah hujan, ditambah perjuangan para peserta dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa PRSU tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk berkumpul, berkarya, serta mengapresiasi potensi seni dan budaya daerah.
PRSU 2026 masih akan menghadirkan berbagai penampilan spesial, pameran multiproduk, wahana permainan, kuliner, serta beragam aktivitas menarik lainnya hingga akhir penyelenggaraan. Masyarakat diundang untuk terus meramaikan Pekan Raya Sumatera Utara 2026 dan menjadi bagian dari kemeriahan pesta rakyat terbesar di Sumatera Utara.
Menanggapi pemberitaan yang dinilai membohongi publik dan tidak sesuai fakta, salah seorang pengunjung PRSU, warga Medan, menyampaikan protes. "Kita hanya meluruskan bahwa konser Raim Laode di PRSU 2026 tidak digelar pada Sabtu malam, melainkan Jumat malam," sebut salah seorang pengunjung yang namanya enggan ditulis kepada Waspada.id, Minggu (12/7/2026) sore.
Pengunjung tersebut mengatakan konser Raim Laode Jumat malam di bawah guyuran hujan itu tidak sampai dihadiri 10 ribu penonton. "Gak sampe 10 ribu. Paling 1.500. Penontonnya cuma sampai panggung mixer. Gak sampe full," ungkapnya.
Sedangkan pada Sabtu (11/7/2026) malam, hadir di panggung utama PRSU konser Maliq & D'Essentials. "Malam Minggu bukan Raim. Malam Minggu Maliq D'essentials. Raim itu malam Sabtu. Iya, malam minggu kembali sepi," jelasnya.
sumber : waspada.id
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda