Breaking
Memuat breaking news...

Kisah Pilu Sulis, Ojol yang Panjat Truk Dishub: Bertahan Hidup hingga Picu Evaluasi Parkir Liar Jakarta

Qaplo
Qaplo
Senin, 22 Juni 2026 - 8.10 AM WIB
Kisah Pilu Sulis, Ojol yang Panjat Truk Dishub: Bertahan Hidup hingga Picu Evaluasi Parkir Liar Jakarta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Aksi nekat seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo yang memanjat truk Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di Jatinegara, Jakarta Timur, sempat menjadi sorotan hangat di media sosial. Peristiwa yang terjadi saat penertiban parkir liar pada Rabu (17/6/2026) lalu ini akhirnya berujung pada evaluasi besar-besaran oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sulis terpaksa melakukan tindakan tersebut secara spontan karena panik sepeda motor yang digunakannya untuk mencari nafkah diangkut petugas. Di tengah polemik yang berkembang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya untuk lebih cepat merespons persoalan di lapangan tanpa harus menunggu sebuah kejadian menjadi viral terlebih dahulu.

Respons Cepat Pemprov DKI dan Evaluasi Penertiban

Menyusul viralnya video tersebut, jajaran Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur langsung mengambil langkah persuasif. Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, mendatangi kediaman Sulis di kawasan Cakung untuk menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi sekaligus menjelaskan kronologi penertiban.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa Sulis sebenarnya kooperatif saat penertiban berlangsung. Sulis bahkan ikut mendampingi petugas ke kantor dinas dan menandatangani berita acara pelanggaran parkir di trotoar. Pramono menekankan pentingnya respons cepat dari instansi terkait agar informasi yang simpang siur di media sosial tidak berkembang liar.

"Saya meminta kepada Dinas Perhubungan agar hal-hal seperti ini direspons langsung, jangan menunggu viral baru bertindak. Kecepatan media sosial saat ini sering kali mendahului klarifikasi resmi pemerintah," ujar Pramono saat memberikan keterangan di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kisah Pilu di Balik Kepanikan Sang Pengemudi Ojol

Di balik aksi nekat memanjat truk, Sulis menyimpan cerita perjuangan hidup yang memprihatinkan. Saat ditemui di rumahnya, ayah empat anak ini mengaku sangat panik karena motor tersebut merupakan satu-satunya alat untuk menghidupi keluarga. Sebelum berangkat kerja hari itu, ia hanya mampu meninggalkan satu liter beras dan seperempat kilogram telur untuk istri dan anak-anaknya.

Kondisi ekonomi keluarga Sulis memang sedang berada di titik sulit. Sulis menceritakan momen memilukan ketika ia menghubungi istrinya setelah kejadian penertiban tersebut. Sang istri memberi tahu bahwa anak-anak mereka terpaksa makan nasi hanya dengan taburan penyedap rasa karena tidak ada uang untuk membeli lauk.

"Mendengar itu, hati saya rasanya hancur. Saya langsung mengirimkan sisa uang yang ada agar istri bisa membeli makanan yang lebih layak untuk anak-anak," ungkap Sulis dengan mata berkaca-kaca.

Banjir Dukungan dan Harapan Membuka Usaha Baru

Setelah video perjuangannya viral, nasib Sulis perlahan berubah. Dukungan dari berbagai pihak mengalir deras ke rumah kontrakannya di Cakung. Mulai dari kunjungan aparat kepolisian setempat, bantuan dari komunitas, hingga hadiah satu unit sepeda motor baru dari tim hukum Hotman Paris untuk membantunya kembali bekerja.

Sulis mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya, terutama tawaran bantuan pendidikan untuk masa depan anak-anaknya. Meski sempat trauma untuk kembali menarik ojek online, kejadian ini ia jadikan pelajaran berharga agar lebih tertib dalam memarkir kendaraan di kemudian hari.

Ke depan, Sulis berharap bisa perlahan beralih profesi menjadi pelaku usaha kuliner. Ia sempat mencoba peruntungan dengan berjualan risol beku pada tahun 2020 sebelum akhirnya gulung tikar akibat pandemi COVID-19. Kini, ia bermimpi bisa membuka usaha waralaba ayam goreng untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya.

Dishub DKI Cari Solusi Fasilitas Parkir Khusus Ojol

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelar apel khusus di Balai Kota. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan bahwa permasalahan dengan Sulis telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, isu mendasar mengenai minimnya ruang parkir untuk ojol tetap harus diselesaikan.

Dishub DKI berencana mengundang komunitas ojol, operator aplikasi, serta para pengelola gedung di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan penyediaan ruang parkir khusus bagi pengemudi ojol yang sedang mengambil atau mengantar pesanan pelanggan.

Meskipun solusi ruang parkir tengah digodok, Dishub DKI menegaskan bahwa operasi penertiban parkir liar di trotoar dan bahu jalan akan tetap dilaksanakan demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan pejalan kaki di ibu kota.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait