Breaking
Memuat breaking news...

Kemlu China Yakin Indonesia Terus Lindungi Kepentingan Perusahaan China

Administrator
Administrator
Selasa, 28 Juli 2026 - 4.55 PM WIB
Kemlu China Yakin Indonesia Terus Lindungi Kepentingan Perusahaan China
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Pemerintah China menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan asal negara itu yang beroperasi di Tanah Air. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (28/7), tak lama setelah delegasi bisnis China bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

"Kami percaya bahwa Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan kegiatan usaha mereka di sana," kata Lin Jian.

Pertemuan yang dimaksud berlangsung pada 23 Juli 2026, saat 28 pengusaha China menemui Airlangga di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Airlangga menegaskan Indonesia tetap terbuka bekerja sama dengan mitra global, termasuk China, di bidang perdagangan, investasi, jasa, dan pendidikan.

Berawal dari Video Pidato Prabowo yang Viral di China

Pernyataan Lin Jian ini tidak lepas dari konteks yang sudah bergulir sejak pertengahan Juli. Potongan video pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2026, sempat menyebar di media sosial China dan memicu spekulasi apakah pernyataan Presiden ditujukan kepada negara tersebut.

Dalam pidatonya, Prabowo memang tidak menyebut nama negara mana pun. Ia berbicara secara umum soal pentingnya menjaga kekayaan nasional dari pihak-pihak yang memanfaatkan keterbukaan dan keramahan Indonesia.

"Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok," ujar Prabowo.

Kalimat itulah yang kemudian ramai dibicarakan di platform media sosial China, sampai akhirnya Kemlu China turun tangan menjelaskan posisinya. Menariknya, ini bukan kali pertama Beijing merespons isu tersebut. Sepekan sebelum pertemuan Airlangga dengan delegasi bisnis, jubir yang sama sudah pernah angkat bicara soal video yang sama, menyebut sejumlah tafsir media yang mengaitkannya dengan China sebagai hal yang tidak berdasar, sembari menegaskan hubungan kedua negara tetap solid.

Pada konferensi pers Selasa, Lin Jian kembali menegaskan hal serupa secara lebih spesifik.

"Mengenai pernyataan yang menuduh beberapa investor asing telah mengeksploitasi atau merampas sumber daya alam Indonesia, kami telah menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada China," ujarnya.

Penting dicatat, ini adalah klaim dan interpretasi dari pihak Kemlu China sendiri. Pemerintah Indonesia, melalui pidato Prabowo, tidak secara eksplisit menyebut nama negara mana pun sebagai sasaran kritiknya.

Lin Jian menambahkan bahwa di bawah arahan strategis pemimpin kedua negara, kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi China-Indonesia telah mencatat hasil yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Kerja sama tersebut bersifat saling menguntungkan. China dan Indonesia merupakan dua negara berkembang utama, tetangga yang bersahabat, serta mitra penting dalam pembangunan dengan prospek kerja sama yang menjanjikan," tambahnya.

Tawaran Investasi dan Tiga MoU Senilai Rp36 Triliun

Terlepas dari riuh di media sosial, agenda ekonomi kedua negara tampaknya berjalan seperti biasa. Saat menerima delegasi bisnis China, Airlangga mengajak para pengusaha memperluas investasi di beberapa sektor spesifik: manufaktur, industri semikonduktor, pembangunan infrastruktur serat optik, pengembangan aplikasi digital, hingga infrastruktur pusat data—sejalan dengan agenda transformasi ekonomi digital nasional.

Untuk menarik minat investor, pemerintah menyediakan sejumlah insentif fiskal, mulai dari tax holiday yang bisa mencapai 100 persen sesuai kriteria investasi, tax allowance, investment allowance, sampai super tax deduction untuk mendukung inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, tiga nota kesepahaman (MoU) juga diteken dengan total nilai ekonomi sekitar 2 miliar dolar AS, atau setara Rp36 triliun. Proyek terbesar adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) agrivoltaik berkapasitas 300 megawatt di Sumatera Utara, senilai 1,35 miliar dolar AS. Dua MoU lainnya mencakup kerja sama sektor makanan dan minuman antara PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk dengan Guangxi G. Taste Food Co., Ltd., serta kerja sama antara PT Telkom Properti Indonesia dan PT CNEC Engineering Indonesia.

Angka yang Menjelaskan Mengapa China Penting bagi Ekonomi Indonesia

Di luar soal politik dan sentimen publik, data menunjukkan mengapa hubungan dagang dengan China tetap jadi perhatian besar pemerintah. Berdasarkan data Indonesia, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 tercatat sekitar 154 miliar dolar AS, sementara data China menyebut angka sedikit lebih tinggi, sekitar 160 miliar dolar AS. Selisih ini lazim terjadi akibat perbedaan metode pencatatan statistik perdagangan antarnegara, dan bukan indikasi adanya kejanggalan.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke China meliputi ferroalloy, nikel matte, lignit, batu bara, dan minyak sawit—sebagian besar merupakan hasil hilirisasi sumber daya alam yang justru menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.

Dari sisi investasi, China juga tercatat sebagai salah satu mitra utama Indonesia. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi China sepanjang 2021 hingga semester I 2026 mencapai 38,34 miliar dolar AS, dengan lebih dari 500 ribu lapangan kerja tercipta di Indonesia selama periode tersebut.

Dengan latar belakang angka-angka itu, wajar bila baik Jakarta maupun Beijing sama-sama berkepentingan meredam spekulasi yang berpotensi mengganggu iklim investasi—terlepas dari apa pun makna sebenarnya di balik pidato Prabowo bulan lalu.

Sumber: ANTARA

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait