Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode 15–31 Oktober 2026. Keputusan ini diambil menyusul menguatnya mata uang utama dunia serta kenaikan imbal hasil obligasi di pasar internasional yang menggeser minat investor dari emas ke instrumen obligasi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan HPE emas turun sebesar 3,15 persen selama periode pengumpulan data, dari US$139.409,07 per kilogram pada paruh pertama Oktober menjadi US$135.024,36 per kilogram pada periode kedua. Tren serupa terjadi pada HR emas yang menyusut ke angka US$4.199,73 per troy ounce dari posisi sebelumnya US$4.336,11 per troy ounce.

"Penurunan HPE dan HR emas pada periode kedua Oktober 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional sehingga orang-orang mengalihkan investasi emas ke obligasi," kata Tommy, Kamis (15/10/2026).

Ditetapkan dalam Kepmendag Nomor 2008 Tahun 2026

Ketentuan terbaru ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2008 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, yang berlaku efektif pada 15–31 Oktober 2026.

Penetapan angka-angka tersebut merujuk pada data serta masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). Prosesnya juga melibatkan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

Sumber: Mata Uang Global Menguat Harga Referensi Emas Anjlok — Terpopuler Liputan6