Breaking
Memuat breaking news...

Kemenag Catat 725.669 Titik Lokasi Ikut Verifikasi Arah Kiblat Lewat Rashdul Qiblat 2026

Qaplo
Qaplo
Jumat, 17 Juli 2026 - 9.58 AM WIB
Kemenag Catat 725.669 Titik Lokasi Ikut Verifikasi Arah Kiblat Lewat Rashdul Qiblat 2026
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Kementerian Agama mencatat 725.669 titik lokasi di seluruh Indonesia mendaftarkan diri untuk memverifikasi ulang arah kiblat, memanfaatkan momen Rashdul Qiblat yang jatuh pada 15 dan 16 Juli 2026. Angka ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, di Jakarta, Jumat, sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Rashdul Qiblat adalah momen ketika matahari berada tepat di titik zenit Kabah di Mekah. Menurut prinsip ilmu falak, pada detik-detik itu bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah tepat ke Kabah, selama posisi matahari masih terlihat dari lokasi pengamat. Fenomena astronomi ini terjadi dua kali setahun dan menjadi salah satu metode paling sederhana untuk mengecek arah kiblat tanpa alat ukur atau aplikasi khusus.

Tahun ini, momen tersebut dapat diamati pada 15 Juli pukul 16.27 WIB dan 16 Juli pukul 17.27 WITA — dua kesempatan pada dua hari berbeda bagi masyarakat di zona waktu masing-masing. Kemenag mengimbau masyarakat menyiapkan tongkat atau benda tegak lurus di tempat terbuka pada jam tersebut, lalu mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis dari pangkal tongkat ke ujung bayangan itulah yang menjadi acuan arah kiblat yang sebenarnya.

Dari 725.669 titik yang terdaftar, sebarannya cukup beragam: rumah tinggal mendominasi dengan 576.309 lokasi, disusul masjid 67.867 titik, mushalla 49.680 titik, lokasi lain-lain 31.466 titik, restoran 233 titik, dan hotel 114 titik. Yang menarik, justru rumah tinggal — bukan rumah ibadah — yang paling banyak ikut serta, menandakan masyarakat umum turut proaktif mengecek arah kiblat musala pribadi di rumah masing-masing.

"Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini," kata Arsad.

Arah kiblat sebuah bangunan biasanya ditentukan saat awal pembangunan, memakai kompas atau perhitungan manual yang berpotensi meleset beberapa derajat. Selisih kecil itu, jika dibiarkan bertahun-tahun tanpa pengecekan ulang, bisa membuat arah salat sedikit bergeser dari arah Kabah yang sebenarnya. Momen Rashdul Qiblat memberi kesempatan mengoreksi hal ini secara gratis dan mudah dipraktikkan siapa saja, tanpa harus menunggu petugas Kemenag mengukur satu per satu.

Bagi Kemenag, gerakan ini juga menjadi sarana mengenalkan ilmu falak — cabang keilmuan Islam yang mempelajari pergerakan benda langit untuk kepentingan ibadah, seperti penentuan arah kiblat, awal bulan hijriah, dan waktu salat — kepada masyarakat luas, agar tidak lagi dianggap rumit atau eksklusif milik ahli falak saja.

Partisipasi 725 ribu titik lokasi, dengan restoran dan hotel yang turut mendaftar, menunjukkan bahwa kesadaran mengecek arah kiblat kini merambah ke ruang-ruang yang selama ini jarang tersentuh program keagamaan formal.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait