Kebakaran Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta, Satu Pekerja Dievakuasi dari Lantai 15

Api melalap Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, sejak Jumat (7/8) malam. Kebakaran yang mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WIB itu membakar gedung mulai dari lantai 11 hingga lantai 16, dan sampai Sabtu dini hari proses pemadaman masih berlangsung.
Laporan kejadian pertama kali diterima Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112 pukul 21.30 WIB. Dua unit mobil pemadam dengan 10 personel langsung diberangkatkan sebagai respons awal, tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB, dan mulai memadamkan api semenit setelahnya.
Karena kobaran terus membesar, jumlah armada dan personel ditambah menjadi 20 unit dengan 100 personel — 17 unit dari Gulkarmat Jakarta Pusat, tiga unit lainnya bantuan dari wilayah Pati Kendal. Tak lama berselang, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta kembali menambah kekuatan menjadi 185 personel, sekaligus menurunkan tiga unit bronto skylift — kendaraan pemadam kebakaran yang dilengkapi tangga hidrolik — agar api tidak merambat ke lantai-lantai lain.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menyebut area yang terbakar terbentang cukup luas secara vertikal. "Yang pasti yang terbakar itu dari mulai lantai 11 sampai dengan lantai 16," ujarnya di lokasi kejadian, Sabtu dini hari. Ia menambahkan, upaya pemadaman sempat terganggu embusan angin yang datang tidak menentu, yang beberapa kali membuat api kembali membesar setelah sempat mengecil. Titik awal munculnya api sendiri belum bisa dipastikan, sebab lokasi masih dalam proses pendinginan.
Di tengah upaya pemadaman, petugas gabungan berhasil mengevakuasi seorang pekerja yang tengah melakukan renovasi di lantai 15 dan sempat terjebak akibat kebakaran. Menurut pemantauan ANTARA di lokasi, proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB. Pekerja itu langsung mendapat penanganan pertama dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Sesudahnya, petugas kembali menyisir gedung untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Kepala Bapenda Provinsi DKI Jakarta Lusiana Herawati membenarkan bahwa kebakaran terjadi di kantornya sendiri. "Iya. Saya menuju kantor," katanya singkat saat dikonfirmasi wartawan, Jumat malam. Sampai artikel ini disusun, Bapenda DKI belum merilis keterangan resmi lebih lanjut mengenai dampak kebakaran terhadap operasional maupun data-data instansi tersebut.
Selain pemadaman, aparat keamanan turut diterjunkan untuk mengamankan area di sekitar lokasi. Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyiagakan 125 personel dari Bitsamapta dan Brimob, sementara Kodim 0501/Jakarta Pusat menambahkan 50 personel lagi. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menjelaskan kehadiran aparat tersebut difokuskan untuk menjaga akses masuk petugas damkar serta memastikan ambulans bisa siaga sewaktu-waktu dibutuhkan.
Imbas kebakaran, ruas Jalan Abdul Muis ditutup dari dua arah, baik dari Harmoni maupun Budi Kemuliaan, karena penutupan itu berlangsung bersamaan dengan proses pendinginan di lokasi. "Tentu sampai saat ini untuk jalur Abdul Muis ini masih kami tutup," kata Reynold. Ia meminta maaf kepada pengguna jalan atas penutupan salah satu ruas penghubung penting di Jakarta Pusat itu, sekaligus mengimbau warga tidak mendekat ke lokasi kejadian agar tidak mengganggu kerja petugas.
Terkait penyebab kebakaran, Reynold menyebutkan pihaknya sudah meminta keterangan dari sekitar 10 orang secara langsung di lapangan. Namun proses itu untuk sementara masih diprioritaskan setelah kegiatan pemadaman rampung. Penyelidikan intensif terhadap saksi-saksi yang mengetahui awal mula kejadian, baik yang berada di sekitar gedung maupun yang masih berada di dalam kantor Bapenda, akan dilanjutkan setelah situasi benar-benar terkendali.
Sampai Sabtu dini hari, baik kepolisian maupun Gulkarmat DKI Jakarta belum merilis keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran, jumlah korban, maupun taksiran kerugian material. Proses pemadaman dan pendinginan gedung yang berada di kawasan padat perkantoran itu masih terus berlangsung, dan pihak berwenang memastikan penyelidikan penyebab kebakaran baru akan dilakukan setelah seluruh proses tersebut selesai.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan resmi Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Kepala Bapenda DKI Jakarta, serta pemantauan lapangan hingga Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026. Informasi mengenai penyebab kebakaran, jumlah korban, dan kerugian material masih dalam pendalaman dan dapat berkembang seiring waktu.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda