Kasus Ebola di RD Kongo Terus Melonjak, Ratusan Jiwa Meninggal Dunia
Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo kian mengkhawatirkan dengan 598 kasus terkonfirmasi dan 115 korban jiwa, di tengah kendala operasional penanganan.
Qaplo.com - Republik Demokratik (RD) Kongo kembali menghadapi situasi darurat kesehatan yang serius. Laporan terbaru menunjukkan grafik penularan virus Ebola di negara Afrika Tengah tersebut terus merangkak naik, memicu kekhawatiran global mengenai potensi penyebaran yang lebih luas. Salah satu potret memilukan terjadi di Bunia pada Kamis (11/6/2026), saat para relawan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap harus memakamkan seorang anak berusia tiga tahun yang diduga kuat meninggal akibat virus mematikan ini. Prosesi pemakaman berlangsung ketat dengan protokol disinfeksi guna mencegah penularan lebih lanjut. Tren Kasus dan Angka Kematian yang Terus Bertambah Berdasarkan data otoritas kesehatan setempat yang dirilis hingga Selasa (9/6/2026), jumlah kasus positif Ebola yang terkonfirmasi telah mencapai 598 orang. Dari total kasus tersebut, sebanyak 115 pasien dinyatakan meninggal dunia. Di sisi lain, laporan per Senin (8/6/2026) mencatat baru 22 pasien yang dinyatakan sembuh sepenuhnya dari infeksi virus ini. Angka kesembuhan yang relatif rendah ini menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan di RD Kongo yang kini harus bekerja ekstra keras di tengah keterbatasan. Kendala Operasional dan Tantangan Penanggulangan Upaya untuk meredam laju penularan tidak berjalan mudah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) memperingatkan bahwa tim medis dan relawan di lapangan menghadapi kendala operasional yang sangat signifikan. Keterbatasan logistik, akses ke wilayah konflik atau terpencil, serta tantangan infrastruktur menjadi hambatan utama dalam mendistribusikan bantuan medis dan melakukan pelacakan kontak erat secara cepat. Para relawan kemanusiaan terus berjuang di garis depan meskipun harus menghadapi risiko penularan yang tinggi. Mengenal Bahaya Virus