Kasino Pertama di UEA Molor Lagi, Wynn Resorts Undur Pembukaan Al Marjan Island ke September 2027

Wynn Resorts kembali menunda jadwal pembukaan resor kasino pertamanya di Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan asal Amerika Serikat itu kini menargetkan Wynn Al Marjan Island di Ras Al Khaimah buka untuk umum pada September 2027, mundur dari rencana awal di kuartal pertama tahun yang sama.
Kepastian jadwal baru ini disampaikan CEO Wynn Resorts, Craig Billings, dalam paparan kinerja kuartal kedua 2026 kepada para analis, Selasa (4/8/2026) waktu New York. Billings menyebut konstruksi proyek tetap berjalan cepat, meski penundaan tak terhindarkan.
Penyebab utama molornya jadwal ini bukan hal baru. Billings sebenarnya sudah memberi sinyal soal kemungkinan penundaan sejak Mei lalu, saat itu ia menyebutnya sebagai "penundaan moderat" akibat gangguan logistik dan pengiriman di kawasan.
Gangguan itu muncul setelah perang pecah di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 — konflik yang sampai awal Agustus ini masih berlangsung dan bahkan sempat memicu serangan rudal Iran ke sejumlah negara Teluk, termasuk UEA sendiri.
Pada paparan kinerja terbaru, Billings memberi angka yang lebih konkret. Ia memperkirakan biaya tambahan proyek mencapai sekitar 600 juta dolar AS, dengan kurang lebih separuhnya terkait langsung dengan dampak konflik — mulai dari gangguan rantai pasok global sampai hambatan mobilitas pekerja proyek. Sisanya dikaitkan dengan faktor lain, termasuk kenaikan harga material dan biaya pengiriman yang memang sedang tinggi secara global.
Meski konstruksi terus berjalan, Billings mengakui gangguan ini memengaruhi baik dari sisi waktu maupun biaya proyek. Ia menyebut pihaknya kini tengah masuk tahap pengerjaan interior kamar hotel — pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan finishing yang berjalan berurutan sesuai jadwal internal Wynn.
Wynn Al Marjan Island bukan sekadar proyek hotel mewah biasa. Ini adalah kasino berlisensi pertama yang pernah beroperasi secara sah di UEA, negara yang secara hukum federal sebenarnya melarang perjudian. Wynn menerima lisensi operator gaming komersial pertama dari General Commercial Gaming Regulatory Authority (GCGRA) UEA pada Oktober 2024, setelah pemerintah UEA mengeluarkan aktivitas perjudian dari cakupan Undang-Undang Transaksi Sipil federal tahun itu — langkah yang membuka jalan bagi regulator baru ini untuk menerbitkan izin operasional.
Proyek senilai sekitar 5,1 miliar dolar AS ini digarap lewat kerja sama antara Wynn Resorts, pengembang lokal Marjan, dan RAK Hospitality Holding. Resornya sendiri dirancang punya 1.542 kamar dan suite, termasuk 22 vila privat, berdiri di atas pulau buatan di lepas pantai Ras Al Khaimah — salah satu dari tujuh emirat yang membentuk UEA. Kalau semua berjalan sesuai rencana baru, ini juga akan jadi properti Wynn pertama yang berhadapan langsung dengan pantai, dari total enam properti yang dimiliki perusahaan di Las Vegas, Macau, dan Boston.
Skala proyek inilah yang membuat penundaannya jadi sorotan luas di industri perhotelan dan gaming global — bukan cuma soal satu resor mundur beberapa bulan, tapi soal seberapa jauh konflik regional bisa mengganggu investasi bernilai miliaran dolar yang sudah berjalan bertahun-tahun.
Menariknya, sejumlah analis sebenarnya sudah memperkirakan potensi pergeseran jadwal ini lebih lama sebelum Wynn resmi mengumumkannya. Lembaga riset properti CBRE, misalnya, dalam catatan menjelang rilis kinerja kuartal kedua Wynn, menyebut target pembukaan pertengahan hingga akhir 2027 masih realistis di tengah ketidakstabilan kawasan — perkiraan yang ternyata cukup dekat dengan keputusan resmi Wynn.
Belum ada keterangan resmi apakah jadwal September 2027 ini bersifat final atau masih berpotensi bergeser lagi jika situasi keamanan di Teluk kembali memburuk. Billings sendiri, dalam pernyataan-pernyataan sebelumnya, konsisten menekankan bahwa kondisi di lapangan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan konflik.
Reuters dan AFP melaporkan saham Wynn Resorts (kode WYNN di bursa Nasdaq) sempat naik sekitar 5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa AS begitu hasil kuartal kedua dirilis.
Data pasar pada sesi perdagangan berikutnya bahkan mencatat kenaikan yang lebih besar, sekitar 8,6 persen, seiring pendapatan kuartal kedua Wynn yang tercatat 1,86 miliar dolar AS — melampaui ekspektasi analis.
Kenaikan saham ini menunjukkan investor tampaknya lebih fokus pada kinerja bisnis inti Wynn yang tetap kuat di Las Vegas dan Macau, ketimbang mengkhawatirkan penundaan proyek Timur Tengah tersebut.
Wynn Resorts sendiri diketahui juga mengoperasikan kasino di Las Vegas, Boston, dan Macau — wilayah administratif khusus China yang berdekatan dengan Hong Kong.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda