Palembang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum juga padam sepenuhnya. Hingga Minggu (18/10/2026), petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah wilayah, termasuk Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir (OKI).
Salah satu lokasi dengan area terbakar terluas berada di Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin. Di titik itu, kebakaran telah berlangsung selama 49 hari dengan estimasi luas terbakar mencapai 309 hektare, sementara sekitar 99 hektare berhasil dipadamkan.
Kesulitan Air Jadi Kendala Utama
Tim darat yang dikerahkan ke lapangan menghadapi tantangan berat. Perubahan angin yang cukup kencang membawa asap dari kebakaran lahan gambut, sementara pasokan air sulit didapat di lokasi.
Seorang petugas di lapangan menyebut air tambahan kerap habis dalam waktu singkat, sehingga pemadaman harus dilakukan berulang-ulang.
Di Ogan Komering Ilir, tim Manggala Agni terkepung asap tebal saat hendak melakukan pemadaman di wilayah Kecamatan Cengal. Sementara di Ogan Ilir, kebakaran kembali terjadi di sisi Jalan Lintas Sumatra dengan luas sekitar 2 hektare.
Untuk memadamkan api di Ogan Ilir, tim pemadam darat harus mendapatkan pasokan air dari water cannon milik Polres Ogan Ilir.
Berbagai Upaya Dikerahkan
Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari pembuatan embung hingga penyekatan kanal di lahan gambut untuk menahan laju api. Operasi pemadaman udara dengan water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan untuk mempercepat penanganan.
Petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya terus dikerahkan ke titik-titik api yang belum padam. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Sumber: KompasTV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda