Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dari pantauan udara, asap pekat terlihat menutupi permukiman dan jalan-jalan kota hingga jarak pandang terbatas.
Berdasarkan data gabungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga kini masih terdeteksi lebih dari 20 titik panas yang tersebar di sekitar 25 lokasi di Kota Palangka Raya. Di sejumlah lahan kawasan Palangka Raya api memang sudah padam, namun asap tebal tetap menyelimuti wilayah itu.
Asap Pekat di Jalan Insinyur Soekarno
Dari pantauan udara di kawasan Jalan Insinyur Soekarno, Kelurahan Jekan Raya, Palangka Raya, kabut asap tampak sangat pekat. Warga yang beraktivitas di luar rumah terlihat tetap harus menghadapi udara yang tidak sehat akibat kebakaran lahan tersebut.
Petugas mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah. Paparan asap karhutla mengandung partikel halus yang dapat mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Waspada Dampak Kesehatan
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang berulang setiap musim kemarau di Kalimantan Tengah. Selain membatasi jarak pandang, asap pekat juga berpotensi mengganggu aktivitas harian warga hingga transportasi.
Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap semakin pekat dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan lainnya.
Sumber: Kompas TV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda