Breaking
Memuat breaking news...

Jetstar Hapus Batas Bagasi Kabin 7 Kg Mulai Februari 2027, Simpan di Bagasi Atas Kini Berbayar hingga Rp658 Ribu

Redaksi
Redaksi
Rabu, 5 Agustus 2026 - 7.37 AM WIB
Jetstar Hapus Batas Bagasi Kabin 7 Kg Mulai Februari 2027, Simpan di Bagasi Atas Kini Berbayar hingga Rp658 Ribu
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Jetstar resmi merombak aturan bagasi kabinnya. Maskapai berbiaya rendah asal Australia itu mengumumkan, Rabu (5/8/2026) waktu setempat, bahwa batas berat 7 kilogram untuk tas jinjing yang selama ini berlaku akan dihapus mulai 2 Februari 2027. Sebagai gantinya, penumpang yang ingin menyimpan tas di bagasi kabin atas (overhead locker) harus membayar biaya tambahan.

Perubahan ini relevan buat pelancong Indonesia. Jetstar Airways — brand Jetstar yang bermarkas di Australia dan memakai kode penerbangan JQ — melayani rute langsung dari Bali (Denpasar) ke sejumlah kota di Australia, termasuk Sydney, Melbourne, Perth, dan Darwin. Artinya, aturan baru ini juga akan berlaku bagi penumpang yang terbang lewat rute-rute tersebut.

Mulai tanggal efektif, setiap pemesanan Jetstar Airways otomatis mendapat satu tas yang disimpan di bawah kursi (underseat bag), semacam ransel, tas tangan, atau tas laptop, dengan ukuran maksimal 40 x 30 x 20 cm. Fasilitas ini tidak dikenai biaya tambahan.

Kalau penumpang butuh tas kedua yang lebih besar untuk ditaruh di bagasi atas, mereka harus membeli paket "Priority Carry-on". Selain mendapat jatah tas tambahan berukuran maksimal 56 x 36 x 23 cm, pembeli paket ini juga diberi prioritas masuk kabin lebih awal.

Harganya bervariasi tergantung rute. Untuk penerbangan domestik pendek seperti Launceston–Sydney, biayanya mulai 25 dolar Australia atau sekitar Rp316 ribu. Rute Sydney–Melbourne dipatok 33 dolar Australia (sekitar Rp417 ribu), sementara rute internasional jarak jauh seperti Cairns–Tokyo bisa mencapai 52 dolar Australia, setara kurang lebih Rp658 ribu berdasarkan kurs saat ini. Angka konversi ini tentu bisa berubah mengikuti fluktuasi nilai tukar.

Jetstar juga menyatakan tidak akan lagi rutin menimbang tas di gerbang keberangkatan. Meski begitu, penumpang tetap diminta menjaga berat tas jinjing di kisaran 10 kilogram, supaya masih bisa diangkat sendiri dengan aman ke bagasi atas.

Menurut keterangan resmi Jetstar, kebijakan baru ini lahir dari riset dan masukan panjang dari penumpang maupun awak kabin. Proses menimbang tas di gerbang dan rebutan tempat di bagasi atas kerap disebut sebagai bagian paling bikin stres dari pengalaman terbang.

CEO Jetstar, Stephanie Tully, mengatakan penimbangan tas di gerbang selama ini memang jadi sumber frustrasi, baik bagi penumpang maupun kru. Ia menambahkan, mulai Februari nanti, hal utama yang perlu dipikirkan penumpang saat packing hanyalah ukuran tas, bukan lagi beratnya.

Tully juga menyebut model baru ini dirancang supaya ruang bagasi atas terpakai lebih efisien, proses boarding lebih cepat, dan pada akhirnya membantu lebih banyak penerbangan berangkat tepat waktu.

Klaim soal ketepatan waktu ini menarik untuk diperiksa. Berdasarkan data Bureau of Infrastructure and Transport Research Economics (BITRE), Jetstar tercatat sebagai maskapai dengan performa ketepatan waktu terendah di Australia pada Juni 2026, dengan skor 75 persen — jauh di bawah Virgin Australia (80,8 persen) dan Qantas (87,8 persen). Jadi ada alasan bisnis yang cukup kuat bagi Jetstar untuk mempercepat proses boarding.

Skema bagasi berbasis ukuran—bukan berat—yang dipakai Jetstar ini menyerupai model yang sudah lama diterapkan maskapai bertarif rendah di Eropa seperti Ryanair, yang juga memisahkan tas gratis di bawah kursi dari tas berbayar di bagasi atas.

Beberapa media penerbangan Australia menyebut perubahan ini sebagai langkah Jetstar mengikuti pola industri penerbangan murah global, bukan sekadar strategi menambah pendapatan semata—meski dua hal itu jelas tidak saling meniadakan.

Bagi penumpang yang sudah memesan tiket sebelum 5 Agustus 2026 untuk penerbangan yang berangkat setelah 2 Februari 2027, Jetstar menyatakan akan otomatis memberikan fasilitas Priority Carry-on tanpa biaya tambahan. Penumpang yang sebelumnya sudah membayar opsi bagasi kabin tambahan 7 kg juga akan mendapat pengembalian dana untuk selisih biaya tersebut.

Aturan baru ini tidak berlaku untuk penerbangan yang dioperasikan Jetstar Japan. Belum ada keterangan resmi apakah kebijakan serupa juga akan diterapkan di operasi Jetstar lain di kawasan Asia.

Untuk bagasi tercatat (checked baggage), tidak ada perubahan. Penumpang tetap bisa membeli bagasi tercatat hingga 40 kilogram per orang seperti sebelumnya. Penumpang yang bepergian bersama bayi juga tetap mendapat jatah satu tas tambahan di bawah kursi untuk keperluan bayi, tanpa biaya ekstra.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait