Warga Jepang sempat dilanda kepanikan pada Jumat (16/10) setelah Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan gempa berkekuatan magnitudo (M) 9,9. Delapan menit kemudian peringatan tersebut dicabut karena ternyata salah perhitungan.
Badan tersebut mengakui sistem komputernya keliru dalam menentukan titik pusat gempa, sehingga angka magnitudo membengkak jauh melampaui kondisi sebenarnya.
Gempa Sebenarnya Hanya M 6,9 di Rusia
Gempa yang sesungguhnya terjadi berkekuatan M 6,9 di dekat Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada kedalaman 160 kilometer, sekitar pukul 12.38 waktu setempat. Sementara itu, peringatan yang dikeluarkan pada pukul 12.40 menyebutkan gempa terjadi di Kepulauan Chishima (Kuril) lepas pantai Hokkaido, dengan wilayah peringatan yang luas membentang dari Jepang bagian utara hingga tengah.
Dalam peringatan tersebut warga diminta bersiap menghadapi guncangan hingga level 7, yakni tingkat tertinggi dalam skala intensitas seismik Jepang. Kenyataannya, guncangan terkuat yang tercatat hanya berada di level 1, yakni di Hakodate, Hokkaido bagian barat daya.
Transportasi Sempat Terganggu
Kekeliruan peringatan itu sempat mengganggu layanan transportasi. Sebanyak 14 rangkaian trem di Sapporo, Hokkaido, berhenti selama beberapa menit hingga situasi dinyatakan aman untuk beroperasi kembali.
Layanan kereta cepat shinkansen di jalur Tokaido antara Shin-Yokohama dan Toyohashi juga sempat dihentikan sementara. Meski demikian, operator JR Central menyatakan peringatan gempa tersebut bukan penyebab langsung dari penghentian layanan tersebut.
Jutaan warga menerima peringatan dini melalui ponsel pintar, siaran televisi dan radio, hingga pengeras suara pemerintah daerah.
"Kami telah menimbulkan kekhawatiran yang besar serta membebani pihak-pihak yang mencari tempat berlindung atau mengambil langkah demi keselamatan mereka, begitu pula pihak lain seperti sistem transportasi dan dunia usaha yang turut terdampak," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara dalam jumpa pers.
Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang, Shinya Tsukada, juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan dan kegelisahan yang ditimbulkan peringatan keliru tersebut.
Kesalahan Pembacaan Sistem Komputer
Badan Meteorologi Jepang menjelaskan kesalahan bermula dari kegagalan sistem komputer dalam membaca lokasi pusat gempa. Pada pembaruan data awal, estimasi magnitudo masih berada di kisaran 6,2 hingga 7,6, namun kemudian melonjak hingga 9,9.
Sebagai gambaran, gempa berkekuatan M 9,9 akan melepaskan energi sekitar 22 kali lipat dari gempa M 9,0 yang menghantam Jepang pada 2011 lalu, bencana yang memicu tsunami besar dan krisis nuklir Fukushima. Untungnya, kali ini hanyalah kekeliruan sistem peringatan.
Sumber: detikNews


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda