Breaking
Memuat breaking news...

Jembatan Putus Diterjang Banjir, TNI Percepat Pembangunan Akses Warga di Gayo Lues

Qaplo
Qaplo
Jumat, 10 Juli 2026 - 5.29 PM WIB
Jembatan Putus Diterjang Banjir, TNI Percepat Pembangunan Akses Warga di Gayo Lues
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

GAYO LUES - Upaya memulihkan akses transportasi di pedalaman Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus dipercepat setelah banjir memutus jembatan utama yang menjadi penghubung antardesa. Di tengah medan berlumpur, arus sungai yang deras, dan cuaca yang belum bersahabat, prajurit TNI tetap melanjutkan pembangunan sejumlah jembatan di Kecamatan Pining, Jumat (10/7/2026), agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Pengerjaan proyek dipimpin Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran dengan melibatkan personel Kodim 0113/Gayo Lues, Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, dan Yonzipur 16/Kodam Iskandar Muda. Seluruh personel bekerja di lokasi yang sebagian besar hanya dapat dijangkau melalui jalur darat dengan kondisi medan yang cukup berat.

Pembangunan tidak hanya difokuskan pada satu titik. TNI mengerjakan beberapa jenis jembatan, mulai dari jembatan Bailey di Desa Pintu Rime, jembatan perintis, jembatan beton, jembatan Aramco, hingga jembatan gantung sepanjang sekitar 70 meter. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antardesa sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Jembatan Bailey sendiri merupakan konstruksi baja modular yang umum digunakan sebagai solusi cepat ketika akses jalan atau jembatan rusak akibat bencana. Sistem pemasangannya relatif lebih cepat dibanding pembangunan jembatan permanen sehingga sering dimanfaatkan untuk memulihkan jalur transportasi dalam kondisi darurat.

Di lapangan, distribusi material menjadi salah satu tantangan terbesar. Curah hujan yang masih tinggi membuat jalan menuju lokasi berubah menjadi lumpur tebal. Sejumlah truk pengangkut material bahkan tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah terperosok sehingga material harus dipindahkan dan dipikul secara manual oleh para prajurit menuju titik pembangunan.

Brigjen TNI Ali Imran mengatakan kondisi tersebut tidak mengurangi semangat personel untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Menurutnya, seluruh prajurit tetap berupaya memastikan pembangunan berjalan agar masyarakat dapat segera kembali menggunakan akses yang aman.

"Medan yang berlumpur bahkan membuat sejumlah truk pengangkut material milik TNI terperosok, sehingga material terpaksa dievakuasi dan dipikul manual oleh para prajurit," ujar Brigjen TNI Ali Imran.

Ia menambahkan percepatan pembangunan dilakukan sesuai arahan pimpinan TNI Angkatan Darat untuk membantu pemulihan wilayah yang terdampak banjir.

"Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui Dansatgas Jembatan, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kami mengerahkan prajurit jajaran TNI AD untuk terus menggenjot pembangunan ini. Targetnya agar aktivitas warga cepat lancar dan kembali normal," katanya.

Sebelum pembangunan dimulai, jembatan permanen yang menjadi jalur utama masyarakat putus akibat luapan sungai. Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian, akses menuju fasilitas kesehatan, serta perjalanan anak-anak ke sekolah.

Selama akses belum pulih, masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat yang dibuat dari tali tambang dan bambu untuk menyeberangi sungai. Fasilitas sementara itu memiliki tingkat risiko yang tinggi, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan.

Bagi masyarakat di pedalaman, keberadaan jembatan bukan sekadar sarana penyeberangan. Infrastruktur tersebut menjadi jalur utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Ketika akses terputus, dampaknya langsung dirasakan oleh warga karena mobilitas menjadi terbatas dan biaya transportasi meningkat.

Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai target, warga tidak lagi bergantung pada jembatan darurat untuk beraktivitas. Akses yang kembali normal juga diharapkan mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta meningkatkan keamanan masyarakat saat melintasi sungai, terutama pada musim hujan.

sumber: waspada.id

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait