Breaking
Memuat breaking news...

Jelang HUT RI ke-81, Prabowo Kumpulkan Kabinet Evaluasi Kinerja Dua Tahun Pemerintahan

Qaplo
Qaplo
Senin, 20 Juli 2026 - 7.13 PM WIB
Jelang HUT RI ke-81, Prabowo Kumpulkan Kabinet Evaluasi Kinerja Dua Tahun Pemerintahan
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, untuk mengevaluasi kinerja pemerintahannya menjelang tahun ketiga sekaligus mempersiapkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Rapat dihadiri jajaran menteri dan kepala lembaga pemerintah, dengan hasil pembahasan akan dirangkum menjadi laporan kinerja tahunan.

"Kita bekerja sangat keras hampir dua tahun. Beban kerja kita yang berat mungkin membuat kita kehilangan jejak seberapa banyak yang telah kita capai di dua tahun pertama," kata Prabowo di hadapan anggota Kabinet Merah Putih.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara terbuka mengakui dua tahun pertama pemerintahannya diwarnai tantangan signifikan, termasuk dari dinamika global yang semakin kompleks. Ia meminta jajarannya fokus menyelesaikan persoalan yang ada ketimbang menyalahkan pemerintahan sebelumnya, seraya menekankan bahwa setiap era pemerintahan punya tantangannya sendiri.

Prabowo mengakui sejumlah persoalan yang masih membelit Indonesia: rendahnya kesejahteraan guru, keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan ekstrem, ketimpangan ekonomi, hingga praktik perdagangan ilegal yang disebutnya mendistorsi ekonomi nasional. Pengakuan ini datang langsung dari kepala negara, bukan dari kritik pihak luar, dan mengindikasikan bahwa isu-isu tersebut masih menjadi prioritas yang belum tuntas ditangani.

Presiden menyebut deretan tantangan itu justru menjadi motivasi bagi pemerintahannya untuk bekerja lebih maksimal menjalankan mandat yang diberikan rakyat.

Di sisi lain, Prabowo juga memaparkan capaian pemerintahannya. "Laporan terbaru menunjukkan 108 masalah terselesaikan dalam lebih dari satu tahun pemerintahan kami. Ini bukan pencapaian yang sepele," ujarnya. Angka ini merupakan klaim internal pemerintah berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat kabinet; rincian lengkap mengenai 108 masalah yang dimaksud belum diungkap ke publik dalam keterangan tersebut, sehingga klaim ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut sebelum dapat diverifikasi secara independen.

Meski memaparkan capaian, Prabowo tetap mengingatkan jajarannya agar tidak berpuas diri atau bersikap jumawa, dan terus mendorong peningkatan kinerja ke depan.

Presiden menyoroti ketahanan pangan sebagai salah satu indikator kunci keberhasilan sebuah bangsa. Menurutnya, penguatan ketahanan pangan bergantung pada akses memadai terhadap air dan pupuk, lahan yang subur, serta kebijakan pemerintah yang efektif — kombinasi yang menentukan apakah suatu negara mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri atau tetap bergantung pada impor.

Prabowo turut menyinggung sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis, distribusi layar interaktif digital ke sekolah-sekolah, penguatan ketahanan energi, promosi investasi, pembentukan koperasi desa, serta pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Rapat evaluasi semacam ini menjadi momen tahunan yang memberi gambaran arah kebijakan pemerintah menjelang perayaan kemerdekaan. Bagi publik — khususnya guru, pekerja informal, dan kelompok masyarakat miskin ekstrem yang disebut langsung dalam rapat — hasil evaluasi ini dapat menjadi acuan untuk menilai sejauh mana janji pemerintahan Prabowo-Gibran terealisasi, sekaligus program mana yang masih perlu dikawal implementasinya di lapangan. Laporan kinerja dari rapat ini rencananya akan dipublikasikan bertepatan dengan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus mendatang.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait