Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) akan menggelar Jakarta Esports 2026 di M Bloc Space, Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 November 2026. Acara ini terbuka untuk umum, tidak dipungut biaya, dan menjadikan pengembang gim lokal sebagai bintang utama.
Lebih dari sekadar kompetisi permainan digital, gelaran ini menempatkan showcase gim buatan Indonesia sebagai agenda utama. Pengunjung dapat mencoba langsung berbagai gim karya pengembang dalam negeri, sekaligus berkesempatan bermain bersama para pemain profesional yang diundang.
Ruang Kolaborasi Ekosistem Digital
Kepala Disparekraf DKI Jakarta Andhika Permata menyatakan, Jakarta Esports 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pengembang gim, pemain, komunitas, musisi, hingga pelaku industri kreatif.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Jakarta Lima Abad serta upaya memperkuat citra Ibu Kota sebagai kota kreatif yang terbuka bagi perkembangan budaya digital," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/10/2026).
Ia meyakini acara tersebut akan menjadi wadah kolaborasi yang positif dan inklusif, sekaligus membuka kesempatan bagi talenta muda untuk menunjukkan karya dan kemampuannya.
Sejumlah mitra terlibat dalam penyelenggaraan, antara lain Esports Indonesia (ESI) DKI, Garudaku, Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID), Asosiasi Gim Indonesia (AGI), E-Project, serta komunitas esports dan kalangan kampus.
Turnamen MLBB Berhadiah Rp 50 Juta
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari menambahkan, acara tersebut juga menghadirkan kompetisi Mobile Legends: Bang Bang dengan total hadiah Rp 50 juta.
Panitia menargetkan partisipasi 300 tim. Hingga Jumat (16/10/2026), sebanyak 126 tim telah mendaftar, sedangkan pendaftaran dibuka hingga Rabu (4/11/2026).
Hiburan Musik dan Komunitas
Di luar arena kompetisi, Disparekraf menghadirkan panggung hiburan musik yang menampilkan Dipha Barus, Fiersa Besari, dan Ghea Indrawari. Terdapat pula aktivitas komunitas serta cosplay yang disiapkan untuk menjangkau pengunjung dari berbagai latar belakang, khususnya generasi muda.
Lucky berharap Jakarta Esports 2026 mampu menggerakkan perekonomian di sekitar lokasi melalui aktivitas transportasi, kuliner, akomodasi, dan usaha kreatif. Namun ia menegaskan, manfaat acara tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung atau tim yang berkompetisi.
Keberlanjutan ekosistem gim lokal, menurutnya, juga bergantung pada peluang distribusi karya, perluasan basis pemain, dan terbentuknya kemitraan antara pengembang dengan pelaku industri. Hasil konkret dari pertemuan kreator, komunitas, dan calon pengguna akan menjadi tolok ukur penting keberhasilan acara ini.
Sumber: Jakarta Esports 2026 Jadi Panggung Pengembang Gim Lokal Unjuk Karya — Kompas.com


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda