Israel Gempur Tiga Kota Utama Iran, Abaikan Peringatan Donald Trump
Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah jet tempur Israel menyerang fasilitas militer di Teheran, Tabriz, dan Isfahan, memicu ancaman perang terbuka dari Iran.
Qaplo.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali berada di titik kritis setelah serangkaian ledakan besar dilaporkan mengguncang tiga kota utama di Iran pada Senin (8/6/2026). Otoritas televisi pemerintah Iran mengonfirmasi suara ledakan terdengar jelas di ibu kota Teheran, serta kota Tabriz dan Isfahan. Militer Israel, melalui pernyataan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), secara terbuka mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Angkatan Udara Israel mengeklaim bahwa operasi udara ini secara khusus menyasar berbagai fasilitas militer milik pemerintah Iran yang berada di wilayah tengah dan barat negara tersebut. Abaikan Imbauan Amerika Serikat Langkah militer yang diambil oleh Tel Aviv ini terbilang berani karena dilakukan di tengah tekanan diplomatik global. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan peringatan keras dan mendesak sekutu utamanya itu untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut. Namun, serangan udara ini menunjukkan bahwa Israel memilih jalan konfrontasi langsung sebagai respons atas ketegangan yang terus meningkat dengan Teheran selama beberapa waktu terakhir. Ancaman Balasan Sepekan dari Garda Revolusi Iran Merespons serangan udara Israel, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) segera mengeluarkan pernyataan keras. Pihak IRGC menegaskan bahwa serangan rudal yang mereka luncurkan ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026) barulah tahap awal dari operasi militer yang lebih besar. Militer Iran menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan gelombang rudal dan pesawat nirawak (drone) selama tujuh hari berturut-turut. Mereka menegaskan operasi balasan ini hanya akan dihentikan jika Israel menghentikan seluruh aktivitas militernya di Beirut, Lebanon. Konteks Regional dan Risiko Perang