LONDON — Inggris akan mengerahkan jet tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan (RAF) ke Arab Saudi untuk membantu kerajaan itu menghadapi serangan yang kian meningkat dari pemberontak Houthi Yaman, demikian diumumkan pemerintah Inggris, Selasa (21/10).
Menurut Kementerian Pertahanan, pesawat-pesawat itu akan melindungi kota-kota dan infrastruktur penting Arab Saudi dari drone dan rudal. Pesawat Inggris tidak akan melakukan serangan ofensif terhadap target Houthi di Yaman.
"Serangan berkelanjutan Houthi terhadap sekutu kami, Arab Saudi, sungguh tercela," kata Menteri Pertahanan Wes Streeting.
Streeting secara khusus mengecam serangan terhadap bandara internasional Riyadh yang telah ditargetkan 20 kali sejak awal Oktober. Serangan bulan ini menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai ratusan lainnya, menurut laporan.
Bantuan militer tambahan
Pengerahan ini menyusul permintaan Arab Saudi dan memperluas bantuan militer yang diumumkan London pada September. Inggris juga akan mengirim pesawat angkut militer Atlas A400M dan penasihat militer, serta memperpanjang tawaran pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat Arab Saudi selama 90 hari.
Konflik memanas
Pengumuman ini datang saat perang saudara Yaman terus meningkat setelah runtuhnya gencatan senjata bertahun-tahun pada September. Serangan Houthi kian menyasar fasilitas minyak dan infrastruktur sipil Arab Saudi, sementara pemberontak juga memberlakukan blokade laut dan menyerang kapal tanker sehingga mengganggu ekspor minyak.
Di dalam Yaman, otoritas menyebut serangan Houthi pada Senin menewaskan 58 orang di kamp pelatihan pasukan keamanan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi.
Arab Saudi dan Amerika Serikat menuduh Iran mendukung Houthi, tuduhan yang dibantah Teheran.
Konferensi investasi ditunda
Akibat situasi keamanan, Arab Saudi menunda konferensi unggulan Future Investment Initiative, yang dikenal sebagai "Davos di Gurun", hingga 2027. Acara yang semula dijadwalkan 26–29 Oktober itu diharapkan menarik para pemodal internasional, namun sejumlah bank besar disebut khawatir soal keamanan.
Sumber: DW News


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda