Regulator persaingan usaha Inggris bergerak melonggarkan cengkeraman Apple atas layanan pembayaran contactless. Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) pada Selasa mengusulkan agar Apple menurunkan biaya akses dan menghapus hambatan teknis sehingga layanan pembayaran lain dapat bersaing dengan Apple Pay.
CMA menyebut usulan itu akan menghasilkan biaya akses yang jauh lebih rendah serta kemudahan bagi pengembang untuk memakai teknologi contactless milik Apple.
Tidak Seberat Aturan Uni Eropa
Usulan CMA ini dinilai tidak seberat langkah yang diambil Uni Eropa pada 2024, yang mewajibkan Apple memberikan akses gratis kepada pengembang pihak ketiga. Sejak saat itu, perusahaan seperti PayPal, Klarna, Curve, dan BBVA telah meluncurkan aplikasi pembayaran alternatif, menurut CMA.
Komitmen Uni Eropa mewajibkan Apple memberi pengembang dompet digital akses ke cip NFC iPhone melalui teknologi host card emulation (HCE), sehingga aplikasi pihak ketiga bisa memproses pembayaran contactless tanpa harus melalui Apple Pay atau Apple Wallet. Usulan CMA akan memberi pengembang akses HCE di samping teknologi secure element (SE) yang sudah ada.
Regulator Inggris memiliki kewenangan menjatuhkan persyaratan itu setelah menetapkan Apple dan Google berstatus strategis di pasar ponsel pintar tahun lalu.
Pembayaran Contactless Terus Melesat
Pembayaran contactless kini mencakup 39 persen dari seluruh pembayaran di Inggris, melonjak dari hanya 3 persen satu dekade lalu. Lebih dari 60 persen penduduk dewasa memakai dompet digital, dengan Apple Wallet sebagai yang paling populer.
"Kami mendengar bahwa biaya tinggi, persyaratan ketat, dan pembatasan teknis terkait teknologi contactless Apple membuat pesaing sulit berinovasi dan bersaing," kata kepala eksekutif CMA Sarah Cardell.
CMA membuka konsultasi atas usulan tersebut hingga 17 November sebelum mengambil keputusan final. Bank digital Revolut menyambut baik usulan ini dan menilai akses ke teknologi NFC lewat HCE sangat penting.
"Arah yang diambil CMA menciptakan peluang nyata bagi perusahaan teknologi finansial Inggris untuk bersaing setara dengan perusahaan teknologi raksasa," kata kepala komersial Revolut David Tirado.
Apple menanggapi bahwa pengembang sebenarnya sudah bisa menawarkan pembayaran contactless melalui teknologi NFC dan secure element miliknya, yang menyimpan informasi sensitif seperti kredensial kartu dan kunci kriptografi. Seorang juru bicara Apple menyatakan, "Kami tidak yakin CMA harus mewajibkan Apple mengadopsi pendekatan dengan perlindungan privasi dan keamanan yang lebih rendah."
Sumber: CNA


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda