Breaking
Memuat breaking news...

Inggris Catat Suhu Juni Terpanas dalam 50 Tahun, Tembus 36,1 Derajat Celsius

Qaplo
Qaplo
Kamis, 25 Juni 2026 - 10.52 AM WIB
Inggris Catat Suhu Juni Terpanas dalam 50 Tahun, Tembus 36,1 Derajat Celsius
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LONDON – Inggris mencatat suhu udara tertinggi untuk bulan Juni dalam hampir setengah abad setelah temperatur di wilayah selatan negara itu mencapai 36,1 derajat Celsius. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang telah bertahan sejak 1976 dan menjadi salah satu indikator meningkatnya frekuensi cuaca panas ekstrem di kawasan Eropa.

Berdasarkan keterangan resmi badan meteorologi Inggris, Met Office, suhu tertinggi sementara tercatat di Gosport, Hampshire, pada Rabu. Catatan tersebut memecahkan rekor suhu harian tertinggi bulan Juni yang sebelumnya berada di angka 35,6 derajat Celsius.

"Inggris sementara ini mencatatkan rekor temperatur udara harian tertinggi di bulan Juni, dengan suhu 36,1 derajat Celsius tercatat di Gosport, Hampshire," tulis Met Office melalui akun resminya di media sosial X.

Rekor yang Bertahan Puluhan Tahun Akhirnya Terlampaui

Sebelumnya, rekor suhu tertinggi bulan Juni di Inggris tercatat di Southampton pada Juni 1976. Catatan serupa juga pernah terjadi di Camden Square, London, pada Juni 1957 dengan suhu yang sama, yakni 35,6 derajat Celsius.

Terlampauinya rekor yang bertahan hampir 50 tahun tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim dan kejadian cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di berbagai negara.

Meski satu peristiwa cuaca tidak dapat langsung dijadikan bukti tunggal perubahan iklim, para ilmuwan iklim selama beberapa tahun terakhir mencatat tren meningkatnya frekuensi gelombang panas di sejumlah wilayah dunia, termasuk Eropa.

Gelombang Panas Ganggu Aktivitas Publik

Cuaca panas yang melanda Inggris tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga mulai memengaruhi penyelenggaraan berbagai kegiatan publik.

Salah satu acara dalam rangkaian London Climate Action Week yang membahas adaptasi terhadap suhu panas ekstrem dilaporkan terpaksa dibatalkan. Panitia menyebut lokasi kegiatan tidak memiliki sistem pendingin udara yang memadai untuk menampung peserta dalam kondisi cuaca yang sangat panas.

Menurut penyelenggara, keputusan pembatalan diambil untuk mengurangi risiko kesehatan bagi pembicara maupun peserta yang hadir. Mereka menilai suhu dalam ruangan berpotensi menjadi tidak nyaman, terutama setelah banyak peserta harus menggunakan transportasi umum yang padat saat cuaca panas berlangsung.

Peringatan Cuaca Masih Berlaku

Sebelumnya, Met Office telah mengeluarkan peringatan cuaca untuk sejumlah wilayah di Inggris dan Wales sejak awal pekan. Saat itu, suhu udara bahkan diperkirakan dapat mencapai 39 derajat Celsius pada Kamis.

Namun, prakiraan tersebut kemudian direvisi menjadi lebih rendah. Meski demikian, suhu yang tercatat tetap berada pada level yang jauh di atas rata-rata musim panas Inggris.

Bagi negara yang umumnya memiliki iklim lebih sejuk dibanding banyak wilayah lain di dunia, lonjakan suhu hingga di atas 35 derajat Celsius dapat memberikan tekanan tambahan terhadap kesehatan masyarakat, transportasi, serta infrastruktur perkotaan.

Tantangan Adaptasi di Tengah Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan kota-kota besar menghadapi cuaca panas ekstrem. Berbeda dengan negara-negara beriklim tropis yang lebih terbiasa menghadapi suhu tinggi, banyak bangunan di Inggris dibangun tanpa sistem pendingin udara karena historisnya tidak memerlukan fasilitas tersebut.

Kondisi tersebut membuat gelombang panas berpotensi memberikan dampak yang lebih besar terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat ketika suhu meningkat secara signifikan.

Otoritas cuaca Inggris masih terus memantau perkembangan temperatur dalam beberapa hari ke depan, sementara masyarakat diminta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca dan langkah-langkah pencegahan risiko kesehatan selama periode panas ekstrem berlangsung.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait