Breaking
Memuat breaking news...

Influencer TikTok Ditembak Mati saat Live Streaming di Meksiko, Diduga Terkait Konflik Kartel Narkoba

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 6.50 AM WIB
Influencer TikTok Ditembak Mati saat Live Streaming di Meksiko, Diduga Terkait Konflik Kartel Narkoba
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Seorang kreator konten asal Meksiko, César Gastélum, tewas ditembak dua pria bersepeda motor saat sedang melakukan siaran langsung di TikTok pada Selasa malam, 4 Agustus 2026, di Kota Culiacán, ibu kota Negara Bagian Sinaloa. Kematiannya menambah panjang daftar kreator konten yang tewas dibunuh di wilayah yang selama ini dikuasai kelompok kartel narkoba tersebut.

Gastélum, yang berusia 25 tahun, tengah menjalankan semacam tantangan konten bersama dua rekannya—mengenakan seragam kurir makanan sambil mengantarkan pesanan kepada para pengikutnya lewat siaran langsung. Insiden terjadi di area parkir sebuah restoran cepat saji KFC di kawasan Desarrollo Urbano Tres Ríos, Culiacán, sekitar pukul delapan malam waktu setempat.

Rekaman video yang telah dilihat kantor berita Associated Press dan Reuters memperlihatkan Gastélum sedang tertawa bersama dua pria lain di area parkir, sebelum dua orang mengendarai sepeda motor mendekat. Salah satu dari mereka mengeluarkan senjata api dan langsung menembak Gastélum, tepat di bagian kepala, sebelum keduanya kabur dari lokasi kejadian. Kedua rekan yang menemaninya dilaporkan selamat dari serangan tersebut.

Siaran langsung yang sedang berjalan saat itu sempat terhenti dan kemudian dihapus dari platform. Meski begitu, potongan rekaman dan tangkapan layar kejadian itu telanjur beredar luas di media sosial Meksiko.

Kabinet Keamanan Meksiko bersama kejaksaan setempat menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Menurut keterangan resmi, otoritas tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan pembunuhan ini dengan sejumlah unggahan Gastélum sebelumnya, di mana ia disebut "menyinggung salah satu faksi kelompok kriminal" dalam beberapa videonya.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi yang menyebut secara spesifik kelompok kartel mana yang bertanggung jawab.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum turut menanggapi kasus ini dalam konferensi pers paginya, Rabu (5/8/2026). Ia menegaskan agar pelaku pembunuhan tersebut segera ditangkap, dan menyebut pihaknya perlu mengetahui secara pasti motif di balik "pembunuhan yang memilukan" ini.

Gastélum dikenal luas lewat akun TikTok @cesargastelum04, dengan jumlah pengikut yang menurut sejumlah laporan berkisar 500 ribu hingga lebih dari 600 ribu orang, ditambah pengikut di Instagram, YouTube, dan Kick. Ia kerap membuat video komedi serta konten yang dipadukan dengan musik regional khas Meksiko. Dalam beberapa video, ia disebut pernah menggunakan istilah "bélico"—sebutan yang lazim dipakai dalam subkultur tertentu di Meksiko untuk menunjukkan asosiasi dengan budaya kartel.

Kasus Gastélum menjadi yang kesekian kalinya seorang kreator konten tewas dibunuh di Sinaloa sejak perang internal antara dua faksi Kartel Sinaloa pecah. Menurut catatan media lokal, setidaknya sudah ada sekitar sepuluh kreator konten yang tewas di wilayah itu sejak konflik antarfaksi—yang dikenal dengan sebutan Los Mayos dan Los Chapitos—meletus sejak akhir 2024.

Kedua faksi ini merupakan pecahan dari Kartel Sinaloa yang dulunya bersatu di bawah kepemimpinan Ismael "El Mayo" Zambada dan Joaquín "El Chapo" Guzmán—dua nama besar dalam sejarah perdagangan narkoba Meksiko yang kini sama-sama menjalani hukuman seumur hidup di penjara Amerika Serikat.

Los Mayos merupakan faksi yang loyal kepada Zambada, sementara Los Chapitos dipimpin oleh putra-putra Guzmán. Sejak 2024, kedua kelompok ini saling berebut kendali wilayah di Culiacán, Mazatlán, dan beberapa daerah lain di Sinaloa, menggunakan senjata api, kendaraan lapis baja, hingga drone.

Peristiwa ini juga mengingatkan pada kasus serupa yang terjadi Mei tahun lalu. Influencer kecantikan asal Meksiko, Valeria Márquez, 23 tahun, ditembak mati saat siaran langsung TikTok di sebuah salon kecantikan di Negara Bagian Jalisco. Kedua kasus ini menegaskan pola kekerasan yang menurut para pejabat semakin mengarah ke kreator konten, khususnya di wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok kriminal terorganisasi seperti Sinaloa dan Jalisco.

Analis keamanan Meksiko, David Saucedo, menjelaskan bahwa motif di balik serangan terhadap para influencer di wilayah rawan konflik semacam ini cukup beragam. Menurutnya, sebagian influencer yang menjadi korban punya keterkaitan dengan salah satu faksi kriminal yang tengah bersaing memperebutkan wilayah, entah lewat hubungan personal atau relasi romantis dengan anggota kartel. Ada pula yang berperan mencuci uang bagi kelompok kriminal, atau justru menyebarkan informasi dengan cara yang menyerupai fungsi jurnalis.

Menurut Saucedo, kelompok kartel pada dasarnya berkepentingan mengendalikan narasi di wilayah kekuasaan mereka, dan berupaya menjadikan para kreator konten sebagai semacam corong penyebaran pesan-pesan kriminal.

Kematian Gastélum muncul di saat pemerintahan Presiden Sheinbaum tengah menghadapi tekanan yang semakin besar dari pemerintahan Trump di Amerika Serikat, yang mendesak Meksiko lebih tegas menindak kekerasan kartel narkoba. Akhir Juli lalu, otoritas Meksiko juga baru saja mengumumkan penangkapan seorang tersangka yang disebut sebagai salah satu pemimpin faksi kartel di wilayah tersebut, meski belum jelas apakah penangkapan itu berkaitan langsung dengan rentetan kekerasan terhadap kreator konten di Sinaloa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas penembakan Gastélum, dan identitas maupun motif pasti pelaku masih dalam penyelidikan aktif otoritas Meksiko.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait