Breaking
Memuat breaking news...

Indonesia Gandeng Rusia untuk Perkuat Industri Perkapalan Nasional Lewat Alih Teknologi

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 11 Juli 2026 - 6.34 AM WIB
Indonesia Gandeng Rusia untuk Perkuat Industri Perkapalan Nasional Lewat Alih Teknologi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menjajaki kemitraan strategis dengan Rusia untuk mempercepat modernisasi industri perkapalan nasional. Kerja sama tersebut difokuskan pada investasi, alih teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan proyek pembangunan kapal bersama guna memperkuat daya saing industri maritim Indonesia.

Inisiatif tersebut disampaikan Kementerian Perindustrian sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor manufaktur berbasis maritim. Pemerintah menilai kolaborasi dengan Rusia dapat membantu meningkatkan kemampuan galangan kapal nasional sekaligus memperluas peluang Indonesia di pasar perkapalan kawasan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kerja sama ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan industri maritim melalui investasi, transfer teknologi, pengembangan tenaga kerja, dan produksi bersama.

"Kerja sama di industri perkapalan dengan Rusia memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan produksi bersama," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat.

Menurut Agus, besarnya kebutuhan pasar domestik Indonesia dapat dipadukan dengan pengalaman teknologi yang dimiliki Rusia sehingga menghasilkan kerja sama yang saling melengkapi.

Sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendukung distribusi logistik, perdagangan antarpulau, sektor perikanan, hingga kegiatan energi lepas pantai.

Kondisi tersebut membuat penguatan industri perkapalan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.

Menurut Kementerian Perindustrian, Rusia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi maritim, mulai dari pembangunan kapal niaga, sistem propulsi modern, hingga rekayasa kelautan. Pengalaman tersebut dinilai dapat melengkapi kebutuhan Indonesia yang memiliki pasar besar dan kapasitas industri yang terus berkembang.

Pemerintah juga menilai peluang kerja sama kedua negara semakin terbuka setelah penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEU-FTA).

Perjanjian tersebut diharapkan mendorong peningkatan perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Dalam forum di Yekaterinburg, Rusia, ia menyebut Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus tumbuh, sedangkan Rusia memiliki pengalaman luas dalam membangun berbagai jenis kapal.

Selain meningkatkan kapasitas produksi kapal, kerja sama ini diharapkan menjadi sarana alih teknologi, yaitu proses transfer pengetahuan, keahlian, dan teknologi dari mitra luar negeri kepada industri nasional. Langkah tersebut berpotensi mempercepat peningkatan kemampuan galangan kapal Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.

Pemerintah berharap kolaborasi dengan Rusia dapat memperluas peluang investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperkuat daya saing industri maritim nasional. Dalam jangka panjang, penguatan sektor perkapalan diharapkan mendukung efisiensi logistik, mempererat konektivitas antarpulau, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kemaritiman.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait