Indonesia Dorong ASEAN Percepat Pengakuan Bersama Kompetensi Tenaga Kerja

Indonesia mengusulkan agar ASEAN mempercepat dan memperluas cakupan kesepakatan pengakuan bersama (mutual recognition arrangement) atas keterampilan dan kompetensi tenaga kerja, guna membuka lebih banyak peluang mobilitas bagi pekerja terampil di kawasan. Usulan ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Jumat.

Menurut Yassierli, pengakuan yang lebih luas akan membantu para pemberi kerja di seluruh ASEAN memahami dan mempercayai kompetensi pekerja, sekaligus memperbaiki proses pencocokan tenaga kerja terampil dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di kawasan.

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat, Yassierli menyampaikan bahwa Indonesia menilai sudah saatnya ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama ini, sekaligus memperluas cakupannya secara bertahap ke lebih banyak jenis pekerjaan dan bidang keterampilan.

Dorongan dari Perubahan Global

Yassierli menyebut kecerdasan buatan, digitalisasi, transisi hijau, serta perubahan demografi sebagai faktor-faktor yang mengubah wajah dunia kerja dan memunculkan kebutuhan keterampilan baru. Meski kondisi masing-masing negara berbeda-beda, seluruh negara ASEAN menghadapi tantangan serupa akibat otomatisasi, kecerdasan buatan, dan perubahan demografi — sehingga pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas bersama di kawasan.

Ia menambahkan, seiring munculnya keterampilan baru dan spesialisasi di berbagai industri, pengakuan yang lebih luas akan membantu menghubungkan pekerja yang memenuhi kualifikasi dengan peluang kerja yang tersedia, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kompetensi mereka.

Manfaat hingga ke Tingkat Internasional

Yassierli menilai sistem pengakuan ASEAN yang lebih kuat juga dapat meningkatkan kredibilitas standar keterampilan dan kompetensi kawasan ini di mata dunia, sekaligus mendukung pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional.

Indonesia turut melihat peran penting mitra ASEAN Plus Three — China, Jepang, dan Korea Selatan — yang memiliki pengalaman dalam pengembangan keterampilan, standar okupasi, sertifikasi, dan keterlibatan industri. Pengalaman ketiga negara ini dinilai dapat membantu ASEAN memajukan agenda pengakuan bersama tersebut, sekaligus memperkuat keterkaitan antara sistem pengembangan keterampilan ASEAN dengan kebutuhan industri yang terus berkembang di kawasan.

Menurut Yassierli, pengakuan bersama yang lebih luas ini berpotensi membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja terampil ASEAN, mendukung pencocokan talenta yang lebih baik dengan kebutuhan pasar kerja, serta memperkuat kontribusi mereka terhadap produktivitas dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Usulan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak agenda pengembangan sumber daya manusia di kawasan ASEAN, sekaligus menyoroti pentingnya kesiapan tenaga kerja regional menghadapi transformasi dunia kerja yang terus berubah.