Sebuah perusahaan asal Israel yang bergerak di industri periklanan digital global terungkap memfasilitasi serangan spyware canggih terhadap para jurnalis, sekaligus memungkinkan pelacakan terhadap jutaan pengguna internet. Temuan ini dirilis lembaga pemantau keamanan siber asal Kanada, Citizen Lab dari Universitas Toronto, dan menjadi sorotan dunia pada Oktober 2026.

Investigasi tersebut mengidentifikasi Discover-Tech, perusahaan teknologi periklanan Israel, sebagai penghubung utama antara jaringan iklan komersial dan perusahaan pengawasan swasta — termasuk produsen spyware asal Israel, Candiru, yang kini beroperasi dengan nama Integrity Labs.

Terinfeksi Tanpa Mengklik Apa Pun

Citizen Lab melaporkan bahwa perangkat di jaringan berita internasional Al-Jazeera telah terinfeksi spyware tentara bayaran dari Candiru melalui iklan daring yang ditargetkan. Setidaknya 45 perangkat milik jurnalis Al-Jazeera menjadi sasaran serangan pada 2024 dan 2025.

Para peneliti mengategorikan operasi ini sebagai konfirmasi teknis terdokumentasi pertama secara publik mengenai spyware yang dikirimkan melalui iklan daring tanpa mengharuskan pengguna mengklik apa pun — serangan zero-click. Mereka menamakan teknik tersebut "AdFection".

Cara Kerja Platform Controlium

Berdasarkan hasil investigasi, Discover-Tech mengoperasikan platform bernama Controlium yang memungkinkan perusahaan pengawas mengidentifikasi individu, mengumpulkan informasi tentang perangkat mereka, dan mengirimkan kode berbahaya melalui iklan begitu iklan itu tampil di layar.

Citizen Lab menggambarkan perusahaan tersebut sebagai "jembatan antara vendor iklan dan ekosistem spyware tentara bayaran." Para peneliti menyimpulkan bahwa Discover-Tech, meskipun menampilkan diri sebagai bisnis periklanan yang sah, tampak memfasilitasi operasi pengawasan dan spyware berskala besar.

Skala Serangannya Mengerikan

Analisis terhadap empat miliar data penawaran iklan menunjukkan bahwa selama periode empat bulan, iklan Discover-Tech tampil di hampir 200.000 situs dan aplikasi Android/iOS unik di puluhan negara — termasuk Armenia, Bosnia, Denmark, Mesir, Kazakhstan, Montenegro, Pakistan, Serbia, dan Yaman.

Iklan Discover-Tech juga diam-diam mengarahkan jutaan perangkat untuk menghubungi server Candiru, kemungkinan untuk pelacakan dan pengintaian berskala besar. Jejak iklan bahkan muncul di jaringan organisasi sensitif, termasuk Pentagon, NATO, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Komisi Eropa, dan Mahkamah Pidana Internasional.

Ironisnya, Discover-Tech tercatat dalam daftar vendor "tersertifikasi" dan "disetujui" yang dikelola Google dan asosiasi industri periklanan IAB Europe, serta menayangkan iklan lewat jaringan besar seperti Google, Yandex, dan Beeswax. Usai pengungkapan ini, Google, IAB Europe, Beeswax, Vungle, dan Eskimi memutus akses perusahaan tersebut.

Aktor Lain: DARK CARTOGRAPHER

Investigasi juga menemukan aktor ancaman lain yang dijuluki DARK CARTOGRAPHER, yang memakai infrastruktur Discover-Tech untuk mengeksploitasi kerentanan di banyak operator seluler guna menghubungkan ID iklan perangkat dengan nomor telepon — mendekanonymisasi pengguna internet secara massal. Temuan soal aktor ini akan dirinci dalam laporan terpisah.

Kasus AdFection menjadi peringatan keras: sistem lelang iklan yang selama ini dianggap sekadar menampilkan banner ternyata bisa dipakai untuk menargetkan kode berbahaya ke satu orang tertentu. Citizen Lab menyerukan regulator untuk menyelidiki apakah Discover-Tech dan Candiru/Integrity Labs melanggar hukum yang berlaku.

Sumber: Republika