IHSG memang ditutup melemah pada perdagangan Rabu (2/9/2026), tapi ada yang menarik di balik angka itu: investor asing justru getol memborong saham-saham bank besar, di tengah aksi jual bersih mereka secara keseluruhan.

Data perdagangan mencatat, investor asing melepas saham senilai Rp326,6 miliar (net sell) di seluruh pasar hari itu. Namun uniknya, dana asing justru mengalir deras ke emiten perbankan pelat merah dan swasta papan atas. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi jawaranya, dengan net buy asing mencapai Rp154,5 miliar. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp149,9 miliar.

Dua bank BUMN lainnya juga ikut diburu asing: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net buy Rp55,5 miliar, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp27,6 miliar. Artinya, empat bank besar sekaligus masuk deretan saham dengan net buy asing tertinggi hari itu — sinyal bahwa kepercayaan asing terhadap sektor perbankan Indonesia masih terjaga, kendati arus dana secara umum keluar dari pasar.

Daftar Lengkap Saham Buruan Asing

Selain sektor perbankan, sejumlah saham dari sektor lain juga mencatat net buy asing yang cukup besar:

  • BBCA — Rp154,5 miliar

  • BBRI — Rp149,9 miliar

  • TAPG (Triputra Agro Persada) — Rp57,4 miliar

  • BMRI — Rp55,5 miliar

  • SINI (Singaraja Putra) — Rp52,5 miliar

  • EMAS (Merdeka Gold Resources) — Rp43,6 miliar

  • SAME (Sinar Mas Multiartha) — Rp36 miliar

  • KOTA (DMS Propertindo) — Rp35,4 miliar

  • ERAA (Erajaya Swasembada) — Rp31,4 miliar

  • ARCI (Archi Indonesia) — Rp29,1 miliar

IHSG Ditutup Melemah Tipis

Secara keseluruhan, IHSG mengakhiri perdagangan Rabu di zona merah, turun 4,16 poin atau 0,06% ke level 6.595,78. Pergerakan indeks cukup volatil sepanjang hari — sempat menyentuh level tertinggi 6.629,54 dan level terendah 6.561,00, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis dari posisi pembukaan di 6.625,39.

Nilai transaksi hari itu terbilang ramai, mencapai Rp16,80 triliun, dengan volume perdagangan 63,13 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,44 juta kali.