Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu terkoreksi 1,33 persen dan berakhir di level 5.863.
Koreksi indeks berlangsung di tengah gejolak sentimen pasar terkait rencana MSCI yang tengah mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Meski indeks melemah, investor asing justru melakukan aksi borong.
Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp567,96 miliar di seluruh pasar. Pada pasar reguler saja, nilai beli bersih asing mencapai Rp520 miliar.
Saham Bank Paling Diburu
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai net buy Rp286,1 miliar. Menariknya, harga saham BBCA justru melemah 0,82 persen ke posisi Rp6.075 per saham.
Berikut 10 saham dengan nilai beli bersih asing tertinggi pada perdagangan Kamis:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) — Rp286,1 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) — Rp78,35 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) — Rp53,33 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) — Rp42,95 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) — Rp34,26 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) — Rp24,79 miliar
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) — Rp24,69 miliar
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) — Rp21,01 miliar
- PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) — Rp19,82 miliar
- PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) — Rp18,92 miliar
Di sisi lain, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) terbesar pada saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp33,82 miliar. Tertekan aksi jual, saham ITMG melemah 0,59 persen ke Rp25.300 per saham.
Sumber: Investor Asing Borong Rp500 Miliar Lebih, Saham Bank Jadi Incaran — Bloomberg Technoz


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda