Pasar saham Indonesia dilanda "kebakaran" pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam hingga tembus 11% di tengah sesi pagi, menandai salah satu kejatuhan harian terparah dalam sejarah bursa domestik.
Mengutip data perdagangan, hingga pukul 10.31 WIB indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berada di level 5.227,01. Indeks kehilangan 636,77 poin atau sekitar 11% dari posisi penutupan sebelumnya. Kejatuhan sedalam ini membuat Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) untuk meredam kepanikan pasar.
Terseret Kejatuhan Bursa Asia
Ambruknya IHSG tidak terjadi sendirian. Bursa-bursa Asia kompak berguguran pada perdagangan hari yang sama, dipicu aksi jual besar-besaran di saham-saham kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Di Korea Selatan, indeks KOSPI anjlok 8,22% dan KOSDAQ jeblok 8,21%, sementara indeks Nikkei Jepang terkoreksi 5,39%.
Saham-saham semikonduktor yang selama ini menjadi barometer investasi AI rontok tajam, memicu efek domino ke seluruh pasar kawasan. Penurunan tajam itu juga dipicu oleh inflasi Amerika Serikat yang mencatat laju tercepat dalam lima bulan terakhir, yang menguatkan ekspektasi bank sentral AS Federal Reserve akan bersikap lebih hawkish.
Analis Bloomberg Mark Cranfield menilai aksi jual kali ini mengingatkan pada koreksi tajam bursa Asia sebelumnya, namun situasinya bisa berbeda karena risiko pecahnya gelembung AI berpotensi merugikan pertumbuhan ekonomi.
Investor Lari ke Aset Aman
Di tengah pasar saham yang membara, investor justru memburu aset-aset yang dianggap lebih aman. Surat utang pemerintah Indonesia mengalami aksi beli, meski pergerakan yield masih variatif di berbagai tenor. Imbal hasil acuan 10 tahun tercatat naik tipis ke 7,22%, mencerminkan investor tetap berhati-hati membaca arah kebijakan suku bunga.
Kejatuhan 11% dalam satu hari menempatkan koreksi IHSG kali ini sebagai salah satu yang terdalam dalam sejarah pasar modal Indonesia, nyaris mendekati rekor ambruknya indeks pada krisis 1998 dan 2008. Pelaku pasar kini menanti apakah tekanan jual akan mereda pada perdagangan berikutnya atau justru berlanjut.
Sumber: Pasar Saham Kebakaran, IHSG Anjlok Tembus 11% — CNBC Indonesia


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda