JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026). Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt selama 30 menit, yakni pukul 08.58 hingga 09.28 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

Penurunan tajam itu setara dengan pelemahan 469,86 poin dari posisi penutupan sebelumnya di level 5.863,78. Tekanan jual luar biasa dipicu pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Kamis (15/10/2026) yang membuka konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi pasar mandiri (standalone market).

MSCI menyoroti persoalan aksesibilitas investasi, transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas penegakan aturan di pasar modal Indonesia. Keputusan final dijadwalkan diambil paling lambat 30 Juni 2027, namun usulan itu langsung mengguncang kepercayaan investor.

BEI Minta Klarifikasi ke MSCI

P.H. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Valentina Simon, menjelaskan bahwa tindakan trading halt dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di bursa. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Sesuai ketentuan tersebut, BEI melakukan penghentian perdagangan selama 30 menit apabila IHSG turun hingga lebih dari 8 persen, kemudian 30 menit lagi bila penurunan berlanjut hingga lebih dari 15 persen, dan penangguhan perdagangan bila penurunan melampaui 20 persen.

“BEI menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian dan menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologi yang dimilikinya. Namun, dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI,” kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik kepada pers, Jumat pagi.

Tekanan jual ternyata berlanjut setelah perdagangan kembali dibuka. IHSG bahkan sempat melemah lebih dari 11 persen, dengan level sekitar 5.212,9 pada pukul 09.42 WIB. Sejumlah analis menilai penurunan harian itu berpotensi menjadi salah satu yang terdalam dalam dua dekade terakhir.

Perkembangan pergerakan IHSG pada sesi-sesi berikutnya akan menjadi indikator utama untuk melihat respons pasar terhadap tekanan yang terjadi, termasuk potensi arus dana asing keluar dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Sumber: IHSG Anjlok di Atas 8 Persen, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham — Indeks Waspada