SIGLI — Harapan masyarakat Kabupaten Pidie untuk memperoleh layanan jantung di dekat rumah kini bertumpu pada penyelesaian persiapan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk. Chik Ditiro (TCD) Sigli. Selama persiapan masih berlangsung, pasien jantung dan keluarga mereka tetap harus menghadapi biaya perjalanan, pengeluaran tambahan, serta tekanan batin ketika berobat ke luar daerah.
Direktur RSUD TCD Sigli mengonfirmasi bahwa pihak rumah sakit saat ini tengah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. “Waalaikumsalam, Bang, lagi siapkan peralatannya, Bang,” ujar Direktur RSUD TCD Sigli saat dikonfirmasi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses persiapan belum rampung. Masyarakat Pidie menantikan agar fasilitas yang dibangun itu segera dapat difungsikan dan memberi manfaat nyata, bukan sekadar berdiri sebagai bangunan dengan alat medis di dalamnya.
Beban Ganda Keluarga Pasien
Bagi masyarakat, kehadiran ICCU bukan hanya soal tambahan fasilitas rumah sakit. Layanan jantung yang dekat diharapkan memangkas beban keluarga, mulai dari ongkos transportasi, biaya makan dan penginapan pendamping, hingga kelelahan akibat perjalanan jauh — beban yang selama ini terasa berat, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ismail, warga Pidie, berharap persiapan yang dilakukan manajemen rumah sakit segera dituntaskan. Ia menggambarkan bagaimana keluarga pasien jantung tak hanya berhadapan dengan biaya pengobatan.
“Kalau layanan jantung ini segera beroperasi di Sigli, tentu sangat membantu masyarakat. Pasien dan keluarga tidak perlu terlalu jauh pergi ke Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Biaya transportasi, makan, tempat tinggal, serta kebutuhan keluarga yang mendampingi pasien bisa menjadi beban tersendiri, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas,” ujar Ismail.
Menurutnya, perjalanan jauh juga menimbulkan kecemasan dan kelelahan, padahal kondisi pasien justru membutuhkan penanganan yang cepat dan ketenangan.
“Ketika anggota keluarga sakit jantung, yang dipikirkan bukan hanya bagaimana pasien bisa sembuh, tetapi juga dari mana biaya perjalanan, biaya pendamping, dan kebutuhan lainnya harus dipenuhi. Kondisi seperti ini tentu menambah beban pikiran keluarga. Karena itu, kami berharap fasilitas jantung di RSUD TCD Sigli segera beroperasi agar masyarakat memiliki akses pelayanan yang lebih dekat,” harapnya.
Modal Spesialis Sudah Ada, Fasilitas Menyusul
Kabupaten Pidie sejatinya telah memiliki modal penting berupa dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan profil resmi rumah sakit, tercatat dr. Muhammad Iqbal Amin, Sp.JP dan dr. Nadia Basir, Sp.JP, FIHA sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD TCD Sigli.
Namun, keberadaan tenaga spesialis tidak serta-merta berarti seluruh tindakan jantung bisa dilakukan di daerah. Kesiapan tim, kelengkapan alat, izin yang diperlukan, serta prosedur keselamatan pasien tetap harus dipenuhi agar layanan berjalan aman.
ICCU sendiri dirancang untuk merawat pasien jantung yang memerlukan pemantauan intensif, sehingga pengoperasiannya wajib didukung peralatan memadai, tenaga medis kompeten, dan prosedur keselamatan sesuai standar. Sementara itu, cathlab — fasilitas khusus tindakan kateterisasi jantung termasuk pemasangan ring sesuai indikasi medis — perlu dipastikan kesiapannya secara terpisah agar masyarakat menerima informasi yang akurat tentang layanan yang benar-benar telah tersedia.
Transparansi dan Kepastian Jadwal
Dalam pembangunan fasilitas kesehatan, gedung hanyalah wadah, sedangkan pelayanan adalah tujuan. Peralatan medis memang bagian penting, tetapi keberhasilan layanan ditentukan pula oleh kesiapan dokter spesialis, perawat terlatih, sistem pemeliharaan alat, dan prosedur keselamatan pasien.
Karena itu, masyarakat membutuhkan keterbukaan dari manajemen rumah sakit: sejauh mana tahapan pengadaan dan pemasangan peralatan telah berjalan, bagaimana kesiapan tenaga medis, dan — yang paling penting — kapan layanan dinyatakan siap beroperasi.
“Kapan pengadaan dan pemasangan peralatan selesai? Bagaimana kesiapan tenaga medis? Kapan pelayanan dapat dinyatakan siap beroperasi?” — pertanyaan-pertanyaan itulah yang perlu dijawab berdasarkan kondisi faktual agar harapan masyarakat tidak terus menggantung tanpa kepastian.
Ukuran keberhasilan pembangunan fasilitas jantung pada akhirnya bukan megahnya gedung atau banyaknya peralatan. Tolok ukurnya adalah ketika pasien memperoleh pelayanan yang aman, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan medis, sementara keluarganya tak lagi dibebani persoalan biaya perjalanan, tempat tinggal, dan kebutuhan selama mendampingi pengobatan.
Masyarakat Pidie kini tidak sekadar menunggu peralatan terpasang. Mereka menantikan kepastian kapan ICCU RSUD TCD Sigli benar-benar bisa dimanfaatkan.
Sumber: ICCU RSUD TCD Sigli Dinanti, Harapan Baru Pasien Jantung — Waspada.id


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda