Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh Tengah, Akses Jalan Sempat TerputusHujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh Tengah, Akses Jalan Sempat Terputus

ACEH TENGAH – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah sejak Minggu sore, 28 Juni 2026, memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Bencana tersebut berdampak pada akses transportasi dan beberapa kawasan permukiman warga, meski hingga kini tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsian.
Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kejadian mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan deras berlangsung selama beberapa jam. Sejumlah sungai meluap dan material longsor menutup ruas jalan di beberapa titik.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Celala, Kecamatan Bintang, Kecamatan Pegasing, dan Kecamatan Lut Tawar.
Jalan Penghubung Antar Kecamatan Sempat Terisolasi
Salah satu dampak paling signifikan terjadi pada jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pegasing dan Kecamatan Celala. Material longsor menutup badan jalan sehingga akses transportasi di jalur tersebut sempat terputus selama kurang lebih dua jam.
Selain itu, Jalan Provinsi Lingkar Danau Lut Tawar juga dilaporkan mengalami longsor dan genangan air di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Gangguan pada akses jalan menjadi perhatian utama karena jalur tersebut merupakan penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah di kawasan Aceh Tengah.
Luapan Sungai Rendam Permukiman
Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke area permukiman. Sejumlah rumah warga dilaporkan terendam air.
Meski demikian, hingga laporan terakhir diterima, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa, warga terdampak yang harus mengungsi, maupun kerusakan besar pada fasilitas umum.
Data mengenai dampak lebih rinci masih terus diperbarui oleh petugas di lapangan melalui proses asesmen dan pendataan.
BPBD Kerahkan Tim dan Alat Berat
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) ke lokasi terdampak.
Tim bertugas melakukan pendataan, pemantauan kondisi lapangan, serta memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat dilakukan secepat mungkin.
Selain personel lapangan, dua unit alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Langkah ini dilakukan agar akses transportasi yang sempat terhambat dapat segera kembali normal.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Aceh Tengah untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.
"Kami mengapresiasi langkah cepat BPBD Kabupaten Aceh Tengah yang langsung menerjunkan personel TRC-PB dan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran akses transportasi, serta terus memantau perkembangan kondisi di lapangan," ujar Bahron Bakti.
Kondisi Mulai Membaik, Pemantauan Tetap Dilakukan
Berdasarkan perkembangan terbaru, hujan di sebagian besar wilayah terdampak telah reda. Ruas jalan yang sebelumnya tertutup material longsor juga dilaporkan sudah dapat dilalui kembali setelah dilakukan pembersihan.
Meski kondisi mulai membaik, petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan banjir maupun longsor. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila terjadi hujan susulan yang berpotensi memicu bencana serupa.
Aceh Tengah sendiri merupakan salah satu daerah dengan kontur perbukitan dan kawasan lereng yang cukup luas. Saat curah hujan meningkat, wilayah tersebut memiliki risiko terjadinya longsor dan luapan sungai, terutama di sekitar jalur transportasi dan kawasan permukiman yang berada dekat aliran sungai.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda potensi longsor maupun kenaikan debit air sungai yang tidak normal.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda