Breaking
Memuat breaking news...

Hendak Beli Rokok, Remaja 16 Tahun Diduga Jadi Korban Salah Sasaran Tawuran di Deliserdang

Qaplo
Qaplo
Minggu, 28 Juni 2026 - 4.58 PM WIB
Hendak Beli Rokok, Remaja 16 Tahun Diduga Jadi Korban Salah Sasaran Tawuran di Deliserdang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN - Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Januar Lubis mengalami luka bacok setelah diduga menjadi korban salah sasaran dalam aksi tawuran yang terjadi di kawasan Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Minggu (28/6/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Rajawali, tepatnya di simpang Jalan Garuda Raya. Korban yang merupakan warga Jalan Belibis IV Perumnas Mandala mengalami luka di bagian paha dan punggung setelah dikejar dan diserang oleh sekelompok orang yang diduga terlibat dalam tawuran.

Berawal dari Keluar Membeli Rokok

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan kerabat korban, sebelum kejadian Januar diketahui menghadiri sebuah acara bersama teman-temannya di kawasan Jalan Belibis.

Usai kegiatan tersebut, korban mendatangi rumah seorang rekannya karena merasa lapar. Setelah makan, ia kemudian meminjam sepeda motor milik temannya dengan tujuan membeli rokok.

Namun, tidak lama setelah meninggalkan lokasi, keluarga dan teman-temannya menerima kabar bahwa Januar menjadi korban pembacokan.

Menurut keterangan kerabat korban, remaja tersebut diduga tidak mengetahui adanya bentrokan antar kelompok pemuda yang sedang berlangsung di sekitar Simpang Jalan Rajawali.

"Dia tidak tahu ada tawuran. Habis makan dia cuma pinjam kereta mau beli rokok. Baru sebentar pergi, sudah dapat kabar dia dibacok. Padahal dia cuma lewat," ujar seorang kerabat korban yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Diduga Menjadi Korban Salah Sasaran

Sejumlah warga menyebut saat kejadian terdapat aksi tawuran yang melibatkan kelompok pemuda di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan yang tersedia, Januar diduga melintas di area bentrokan tanpa mengetahui situasi yang sedang terjadi. Saat berada di lokasi tersebut, ia disebut dikejar oleh sekelompok orang sebelum akhirnya mengalami luka bacok.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian, identitas pelaku, maupun dugaan motif penyerangan.

Karena itu, dugaan bahwa korban menjadi sasaran yang keliru masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.

Korban Mendapat Perawatan Medis

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian paha dan punggung. Setelah kejadian, Januar segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Kondisi terkini korban belum dijelaskan secara rinci. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, korban berhasil mendapatkan pertolongan setelah insiden berlangsung.

Warga Minta Patroli Ditingkatkan

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran warga terkait keamanan lingkungan di kawasan Perumnas Mandala. Sejumlah warga mengaku resah karena aksi tawuran disebut kerap terjadi di beberapa titik wilayah tersebut.

Kerabat korban berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

"Di lokasi hampir tiap hari terjadi tawuran antar pemuda. Sudah banyak yang jadi korban pembacokan. Kami berharap polisi lebih sering patroli supaya kejadian seperti ini tidak terulang," kata kerabat korban.

Tawuran dan Risiko Korban Non-Pelaku

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi tawuran tidak hanya membahayakan pihak yang terlibat langsung, tetapi juga dapat menimbulkan korban dari kalangan masyarakat yang kebetulan berada atau melintas di sekitar lokasi.

Pengamat keamanan lingkungan kerap menilai bahwa patroli rutin, pengawasan orang tua, serta keterlibatan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi bentrokan antar kelompok pemuda di lingkungan permukiman.

Pihak berwenang diharapkan dapat mengusut peristiwa ini sekaligus mengambil langkah pencegahan agar warga dapat beraktivitas dengan aman tanpa khawatir menjadi korban kekerasan jalanan.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait